Home Daerah BNPB dan SDC Gelar Workshop Jurnalis Tangguh Bencana Wilayah Nusa Tenggara Timur

BNPB dan SDC Gelar Workshop Jurnalis Tangguh Bencana Wilayah Nusa Tenggara Timur

31
0

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC) menyelenggarakan workshop Jurnalis Tangguh Bencana di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama tiga hari, 7-9 November 2023.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para jurnalis sehingga memperkaya sudut pandang dalam reportase kebencanaan. Di samping itu, kegiatan ini akan memperkuat relasi di antara BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan jurnalis di wilayah NTT.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo mengatakan, kegiatan ini bisa berdampak baik kepada para jurnalis. Ambrosius menekankan peran media sangat dibutuhkan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Tanpa teman-teman media upaya pengurangan risiko bencana menjadi tanda tanya besar. Dengan teman-teman upaya pengurangan risiko bencana dapat segera kita capai,” ujarnya.

Sementara itu Manajer Program SDC Constance Jaillet mengatakan, pihaknya dan BNPB memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk meningkatkan pengetahuan manajemen risiko bencana melalui workshop ini.

“Dari sisi jurnalis diharapkan juga dapat berbagi informasi kepada publik sehingga terbangun resiliensi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Terlebih informasi sebelum terjadinya bencana, ini akan memperkuat resiliensi. Di samping itu, mereka juga dapat berperan dalam berbagi informasi yang bersifat krusial dengan BPBD pada saat krisis atau bencana.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai bahaya geologi (gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api dan gerakan tanah), sistem komando penanganan darurat bencana dan komunikasi kebencanaan.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi mengenai pembelajaran penanganan siklon seroja oleh pemerintah pusat, bahaya hidrometeorologi, anti hoaks, jurnalisme bencana dan pemanfaatan data bencana dalam reportase kebencanaan.

Pada hari ketiga, panitia workshop menggandeng komunitas Kampung Nelayan Oesapa untuk sesi role play. Dalam kegiatan ini, para jurnalis berkesempatan untuk melakukan reportase terhadap peran role play yang dimainkan warga Oesapa. Dari sini, peserta akan membuat reportase dari sisi cetak, televisi dan foto.

BNPB telah memberikan pelatihan kepada para jurnalis di sejumlah wilayah provinsi di Indonesia. Pengetahuan dan pemahaman yang disiarkan media dapat membangun pondasi resiliensi bangsa dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here