Home Nasional Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Terus Mengalir, Pemerintah Siapkan Pengiriman Selanjutnya

Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Terus Mengalir, Pemerintah Siapkan Pengiriman Selanjutnya

18
0

Bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Indonesia untuk Palestina terkumpul total sebanyak 51,5 ton dan diberangkatkan dalam dua penerbangan.

Pada pengiriman pertama diberangkatkan bantuan seberat 21 ton dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma yang dilepas langsung oleh Presiden Jokowi, Sabtu (4/11/2023).

Selanjutnya pada pengiriman kedua seberat 30 ton dilakukan pada Senin, (6/11/2023) dinihari yang dilepas oleh Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Irjen Pol. Krishna Murti di Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam penerbangan kali ini, bantuan diangkut dengan menggunakan pesawat charter Airbus A330 yang dikoordinasikan oleh Mabes Polri.

Irjen Pol. Krishna Murti, dalam keterangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum keberangkatan menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan antara lain berupa 100 tenda peleton serta bantuan obat dan alat kesehatan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Dukungan Polri yaitu 100 tenda peleton yang 1 tenda bisa memuat 50 orang, artinya nanti bisa memuat 5.000 orang serta 1.000 selimut untuk musim dingin dan jaket musim dingin,” ujar Khrisna.

Bantuan tersebut akan dibawa menuju Bandara El Arish di Mesir untuk kemudian akan dibawa menuju Gaza, Palestina.

Bantuan tahap pertama terdiri atas barang-barang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Palestina di Gaza, antara lain penjernih air minum. Selain itu, juga dikirimkan alat-alat medis, obat-obatan, hingga bahan-bahan makanan.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansuri akan mengomandoi pengiriman bantuan tahap pertama dan berangkat bersama dua pesawat pengangkut bantuan.

Adapun untuk pengiriman bantuan tahap kedua, Menlu menyebut bahwa pemerintah terus menyiapkannya, termasuk peralatan kesehatan yang besar.

“Tahap kedua, kita sedang persiapkan, termasuk alat-alat yang cukup besar untuk kesehatan karena concern kita adalah untuk pelayanan kesehatan di sana yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan yang memang tidak gampang,” ujar Menlu.

Lebih lanjut, Menlu menyebut bahwa sejumlah peralatan medis saat ini tengah dipesan karena stoknya tidak tersedia. Setelah barang tersebut tersedia, maka sesegera mungkin akan dikirimkan bersama dengan bantuan lainnya pada pengiriman tahap kedua tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here