Home Nasional Apresiasi Putusan MKMK, TPN Ganjar-Mahfud Tegas Minta agar Tidak Ada Cawe-Cawe

Apresiasi Putusan MKMK, TPN Ganjar-Mahfud Tegas Minta agar Tidak Ada Cawe-Cawe

15
0

Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mengeluarkan keputusan Nomor 2/MKMK/L/11/2023 perihal dugaan pelanggaran etik hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dengan terlapor Ketua MK Anwar Usman.

Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie menyebutkan hakim terlapor terbukti melakukan pelanggaran berat. Akibat pelanggaran tersebut Anwar Usman diberhentikan dari jabatan Ketua MK.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang dilaksanakan di Gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, (Selasa (7/11/2023). Sidang dipimpin majelis yang terdiri atas Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie serta anggota Bintan R Saragih dan Wahiduddin Adams.

Merespon putusan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid mengatakan TPN Ganjar-Mahfud menghormati hasil putusan MKMK.

“Hari ini putusan MKMK mengafirmasi pelanggaran berat yang dilakukan para hakim MK dalam memutuskan batas usia capres,” ujar Arsjad saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (7/11/2023) malam.

“Kami mengapresiasi putusan MKMK yang telah menyatakan Bapak Anwar Usman bersalah dan melanggar etika profesi, melanggar asas konflik kepentingan, dan menjadikan MK sebagai mahkamah yang mengakomodir kepentingan keluarga,” tambahnya.

“Alhamdulillah MKMK memulihkan kembali martabat MK sebagai penjaga konstitusi,” sambung Arsjad.

Lebih lanjut Arsjad mengharapkan agar Anwar Usman tidak hanya diberhentikan sebagai Ketua MK tetapi diberhentikan juga sebagai hakim MK.

“Namun kami bersyukur bahwa Bapak Anwar Usman dalam kedudukannya sebagai hakim MK tidak diperbolehkan memeriksa perkara pemilu, pilres dan pilkada dimana didalamnya ada potensi konflik kepentingan,” ungkap Arsjad.

Selanjutnya Arsjad juga mengharapkan agar tidak ada cawe-cawe. “Dengan terbukanya ini, semua bisa menjaga. Jadi kami berpikir positif. Berpikir positif tidak akan ada cawe-cawe,” katanya.

Arsjad berharap agar teman-teman di MK sana benar-benar melihat ini sebagai nilai daripada demokrasi yang harus dipegang.

“Disini bukan hanya keputusan biasa, ini suatu keputusan, keputusan yang akhirnya mengakibatkan perihal bangsa Indonesia. Dan ini sangat penting sekali untuk demokrasi bangsa kita,” ungkapnya.

“Jadi, itu tadi, cawe-cawe itu mestinya punya kesadaran, tidak ada cawe-cawe. Kenapa? karena ini adalah perihal bangsa Indonesia. Nggak bisa main-main ini. Ini hal yang sangat penting,” tegas Arsjad.

“Yuk kita sama-sama menjaga, sama-sama memastikan tidak akan terjadi cawe-cawe tersebut. Mari sama-sama menjaga demokrasi, menjaga konstitusi Indonesia,” pesan Arsjad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here