Home Mancanegara Kunjungi Korea Selatan Kepala BP2MI Bertemu dengan Pekerja Migran Indonesia

Kunjungi Korea Selatan Kepala BP2MI Bertemu dengan Pekerja Migran Indonesia

22
0

Dalam kunjungan kerjanya ke Korea Selatan, Kepala BP2MI Benny Rhamdani bertemu dengan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan.

Usai mendarat di Korea Selatan, Kepala BP2MI langsung bertemu dengan pekerja migran Indonesia dan berdialog di Warung Kita, Ansan.

Selanjutnya dilakukan kunjungan ke Ansan Migrant’s Counseling Support Center yang telah banyak membantu permasalahan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

“Ini tempat yang banyak diceritakan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan. Kami berterima kasih karena banyak pekerja migran Indonesia di Korea Selatan yang dibantu oleh Shelter ini,” ujar Benny.

“Semoga kedatangan kami akan memperkuat kerjasama Korea Selatan dan Indonesia, serta BP2MI dan Shelter,” sambungnya.

Kepala BP2Mi Benny Rhamdani kunjungi Ansan Migrant’s Counseling Support Center. (Foto: BP2MI)

Dalam kunjungannya ini Kepala BP2MI mendapatkan banyak masukan dan berbagai persoalan yang dialami pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

Salah satu contohnya adalah pekerja migran nonprosedural atau pekerja yang tidak memiliki dokumen resmi di Korea Selatan.

“Saya mendorong pekerja migran nonprosedural untuk memanfaatkan program pemulangan sukarela dari pemerintah Korea Selatan,” ujar Benny saat berdialog dengan PMI di Masjid Sirothol Mustaqim Ansan, (8/10/2023).

“Program ini sangat baik karena bisa memberikan keringanan bagi pekerja migran nonprosedural, untuk itu saya mendorong PMI dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tambahnya.

Benny juga mendengar cerita pekerja migran yang menjadi kaburan atau ilegal, terutama di sektor fishing, karena penghasilan mereka yang tidak sama dengan sektor manufaktur.

Menurut Benny, bagaimana bisa pekerja migran hanya diuji secara bahasa saja saat proses bekerja, tapi tidak diuji kemampuannya untuk bekerja di sektor fishing.

“Mereka mungkin belum memiliki cukup pengalaman dan tidak terbiasa hidup di laut, karena tinggal di daerah pegunungan misalnya,” kata Benny.

“Inilah salah satu yang akan kami bicarakan dengan HRD Korea dalam kunjungan kerja ini. Saya terus memperjuangkan adanya pembentukan Lembaga Pelatihan Bahasa di Korea Selatan bagi para pekerja migran Indonesia,” tegas Benny.

“Saya berharap pekerja migran ‘senior’ dan Forkomasi dapat membantu mewujudkan ini, sehingga pekerja migran Indonesia dapat meningkatkan kemampuan bahasanya,” kata Benny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here