Home Mancanegara Indonesia Desak Penghentian Tindak Kekerasan di Daerah Konflik Palestina-Israel

Indonesia Desak Penghentian Tindak Kekerasan di Daerah Konflik Palestina-Israel

14
0

Pecahnya konflik bersenjata antara Palestina dan Israel membuat situasi kembali mencekam. Serangan ribuan roket Hamas ke wilayah Israel membuat Israel menyatakan situasi perang.

Terkait hal tersebut, Presiden Jokowi mendesak agar perang dan tindak kekerasan yang terjadi di daerah konflik segera dihentikan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, (10/10/2023).

“Indonesia mendesak agar perang dan tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari makin bertambahnya korban manusia dan hancurnya harta benda karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden juga mendorong agar akar permasalahan yang menimbulkan konflik Palestina dan Israel segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

“Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati PBB,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan upaya pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Palestina. Menurutnya, instruksi terkait pelindungan para WNI di daerah konflik telah disampaikan kepada jajaran kementerian terkait.

“Saya minta Menteri Luar Negeri dan jajaran kementerian terkait segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI yang berada di wilayah konflik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam siaran persnya mengimbau agar Warga Negara Indonesia (WNI) segera meninggalkan wilayah Israel dan Palestina usai konflik kembali pecah di dua negara tersebut.

“Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, Pemerintah Indonesia menghimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut,” kata Kemenlu sebagaimana dikutip Kompas, Selasa (10/10/2023).

Kemenlu juga meminta WNI untuk membatalkan rencana kunjungan ke dua negara tersebut bagi yang sudah merencanakan perjalanan.

Terkait rencana evakuasi, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan, situasi keamanan di lapangan bervariasi tergantung lokasinya, baik di Palestina maupun Israel.

“Untuk lokasi yang masih memungkinkan pergerakan yang relatif aman, seperti beberapa titik di Israel, diminta para WNI untuk segera meninggalkan wilayah tersebut, termasuk bagi WNI wisatawan,” jelas Judha.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here