Home Ekonomi Hasilkan Oleh-Oleh Rp 214 Triliun, Lawatan Erick Thohir ke Cina

Hasilkan Oleh-Oleh Rp 214 Triliun, Lawatan Erick Thohir ke Cina

47
0

Lawatan kunjungan kerja Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir ke China mendampingi Presiden Joko Widodo. Ternyata, membuahkan hasil adanya kesepakatan kerja sama antar BUMN dengan sejumlah perusahaan China senilai Rp 214 triliun.

Hal ini dikatakan Arya Sinulingga Staf Khusus Menteri BUMN, terdapat 31 perjanjian kerja sama yang ditandangani dalam lawatan Erick Thohir tersebut. diantaranya adalah BUMN.

“Kemarin total kerja samanya 31 perusahaan dengan China, totalnya 13,7 miliar dolar AS, Rp214 triliun,” ujar dia, di Jakarta, dikutip Kamis (19/20/2023).

Arya mengungkap, ada potensi kerja sama dengan nilai yang lebih besar. Ini menyangkut pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Kemudian potensi kerja sama lainnya lagi diplaning itu lagi penjajakan masuk Rp 450 triliun ini pengembang energi hijau dan sebagainya,” sambungnya.

“China ini kan energi hijaunya cukup bagus juga dia. Di china itu sudah tidak ada lagi motor BBM, semua dari motor listrik. Sebagian sudah mobil listrik mereka dan pengembangan-pengembangan energi hijaunya cukup besar, bagus, jadi kita kerja sama dibidang itu,” jelas Arya.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan kerja sama yang diteken ini jadi salah satu bukti hubungan baik Indonesia-China. Dia mengakui teknologi di China terbilang maju, termasuk dari sisi hilirisasi sumber daya hingga penggunaan listrik hijau.

“Nah inilah kenapa kalau saya lihat tadi kerja samanya ini luar biasa. Tadi disebutkan angkanya 13,7 miliar dolar AS yang di mana itu yang sudah agreement, tapi potensinya itu masih ada lagi 29 miliar dolar AS, artinya hubungan swasta-swasta, BUMN swasta dan BUMN-BUMN ini juga ini bisa terus ditingkatkan,” urainya.

Erick Thohir menerangkan, ada sejumlah kerja sama di bidang energi yang dilakukan BUMN dan pihak China. Mulai dari industri baterai listrik, hingga sistem saluran listrik hijau.

“Ada IBC itu membangun sama catl, industri baterai listrik. Tadi juga saya lihat ada PLN bekerja sama dengan PLN China itu bagaimana perbaikan green syatem bahwa saluran listrik karena memang kan ke depan yang namanya listrik ini harus hijau,” ungkap dia.

“Tadi kita lihat juga ada kemungkinan kerja sama juga bagaimana kita membangun hidropower untuk PLN. Nah hal-hal ini yang saya rasa ini sangat optimis ya dan ini sangat positif saya rasa dan ini menjadi bagian bahwa kita memang harus terus dorong yang namanya pengembangan industrialisasi di Indonesia,” pungkas Erick Thohir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here