Home Nasional Erick Thohir Minta Jaksa Agung Sikat Pelaku Penyimpangan Dana Pensiun BUMN

Erick Thohir Minta Jaksa Agung Sikat Pelaku Penyimpangan Dana Pensiun BUMN

37
0

Menteri BUMN Erick Thohir menyambangi Kejaksaan Agung dan bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, di Jakarta. Pertemuan tersebut dalam rangka menindaklanjuti penyimpangan Dana Pensiun di BUMN.

Saat bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, (3/10/2023), Erick menyampaikan agar Jaksa Agung tidak ragu memberantas oknum pelaku penyimpangan Dana Pensiun yang ada di BUMN.

“Para pelaku harus ditindak tanpa pandang bulu. Kami bersama Kejaksaan Agung, dan BPKP akan terus melanjutkan bersih-bersih BUMN,” tambah Erick Thohir.

“Pak Jaksa Agung, sikat saja para oknum ini tanpa pandang bulu. Seperti yang Bapak lakukan pada kasus Jiwasraya Asabri,” ujar Erick Thohir dalam Konferensi Pers bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, dikutip Republika.

“Saya dan seluruh jajaran di Kementerian BUMN siap berhadapan dengan siapa pun yang main-main dengan nasib para pensiunan,” ujar Erick Thohir.

Sebelumnya, Erick Thohir mengaku curiga ada persoalan yang sama pada Dana Pensiun (Dapen) BUMN selain yang dialami Jiwasraya dan Asabri. Karena itu Erick Thohir menggandeng Kejaksaan Agung mengusut hal ini.

Erick juga mengaku menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang membantu audit para Dana Pensiun BUMN tersebut sehingga dapat ditemukan penyelewengan-penyelewengan terkait Dana Pensiun.

Untuk mendalami penyelewengan di Dapen BUMN, Erick memerintahkan jajarannya mengecek langsung dana-dana pensiun BUMN. Erick menemukan dari 48 dana pensiun, sebanyak 34 di antaranya dalam kondisi tidak sehat.

BPKP melakukan Audit Dengan Tujuan Tertentu. Audit tersebut, menurut Erick, dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Audit Dengan Tujuan Tertentu itu dilaksanakan pada empat Dapen BUMN.

Keempat Dana Pensiun ini, disebut Erick, mengalami kerugian Rp 300 miliar. Penyebabnya diduga adalah penyimpangan pada investasinya.

“Ini amat sangat mengecewakan pekerja yang telah bekerja puluhan tahun. Masa tuanya dirampok oleh pengelola yang biadab,” kata Erick geram.

“Saya kecewa, saya sedih. Pekerja yang telah bekerja puluhan tahun, masa tuanya dirampok oleh pengelola yang biadab! Masa pensiun pekerja yang seharusnya cerah, menjadi sirna,” tambah Erick Thohir dalam cuitannya di sosial media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here