Home Nasional Penggunaan Teknologi AI dalam Industri Kehumasan Terus Meningkat

Penggunaan Teknologi AI dalam Industri Kehumasan Terus Meningkat

37
0

Kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat semua aspek kehidupan bersentuhan dengan digitalisasi. Kehumasan sebagai bagian dari dunia komunikasi juga mau tidak mau akan bersentuhan dengan teknologi.

Pertumbuhan jumlah penggunaan internet dan media online untuk periklanan bisa menjadi pintu masuk bagi industri kehumasan (public relations) dalam pemanfaatan teknologi terbaru.

Oleh karena itu, adopsi teknologi terbaru artificial intelligence (AI) bagi industri kehumasan di Indonesia sangat mungkin dilakukan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menilai hal itu dapat meningkatkan performa sekaligus ekspansi dalam menyongsong era baru transformasi digital.

“Dalam menyambut masyarakat yang semakin digital, maka adopsi teknologi terbaru dalam PR dapat dilakukan di berbagai aktivitas seperti sosial media marketing hingga penyusunan database media,” jelas Menkominfo dalam kegiatan Sewindu PR Indonesia Group 2023 di Jakarta, (21/09/2023).

Mengutip data Global Technology Report tahun 2023, Menkominfo memberi contoh penggunaaan teknologi AI bagi industri PR mampu meningkatkan performa profesi kehumasan, khususnya dalam menyusun pesan dan strategi PR yang relevan dan terintegrasi secara lebih cepat.

“Salah satu teknologi yang sedang berkembang dalam PR adalah artificial intelligence terutama untuk sosial media marketing, pencarian kata kunci dan data analityc. Kemampuan AI dalam membantu aktivitas penting dalam PR berdampak pada produktivitas dan efisiensi PR yang meningkat 10% hingga 15%,” jelasnya.

Menurut Menteri Budi Arie hasi survei kepada profesional PR di dunia dengan alasan penggunaan teknologi AI didominasi oleh efisiensi dan kemampuan strategis dari teknologi tersebut.

“Keberadaan AI telah membantu 40% aktivitas profesional PR yang terus berkembang. Melihat cakupan AI dalam membantu aktivitas PR, penggunaan AI dalam PR mendapat sambutan baik di mana sekitar 63% dari profesional PR mengadopsi teknologi ini,” katanya.

“Hal ini menunjukkan bahwa adopsi AI dalam aktivitas PR memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” ujar Menkominfo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here