Home Opini Erick Thohir Representasi Dua Kekuatan Besar

Erick Thohir Representasi Dua Kekuatan Besar

48
0

Nuansa politik pada Pilpres 2024 semakin hangat dan terlihat dinamis. Lembaga-lembaga survei sudah mulai mengotak-atik pasangan-pasangan bakal calon presiden (bacapres) dengan beberapa tokoh yang masuk radar bakal calon wakil presiden (bacawapres).

Pasca deklarasi duet Anies-Muhaimin yang sudah resmi maju bertarung dalam kontestasi Pilpres 2024, kini di setiap media dihiasi oleh hasil analisa dan survei pasangan bacapres Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto.

Munculnya nama-nama seperti Mahfud MD, Erick Thohir, Sandiaga Uno, dan Ridwan Kamil cukup menarik perhatian publik bahwa stok bacawapres untuk Ganjar maupun Prabowo menjadi semakin dinamis di peta Pilpres 2024.

Terakhir, nama Ridwan Kamil dan Mahfud MD ramai digadang-gadang sebagai calon yang akan menemani Ganjar Pranowo. Sedangkan Prabowo, jika berdasarkan format koalisi maka Erick Thohir paling memungkinkan untuk mendampingi Prabowo.

Hal itu selain elektabilitasnya tertinggi, Erick Thohir juga diusung oleh PAN yang notabene sudah resmi bergabung dengan koalisi Prabowo. Artinya menjadi sangat realistis jika Koalisi Indonesia Maju mengusung duet Prabowo Subianto-Erick Thohir.

Sosok Erick Thohir memiliki keunikan tersendiri yang melekat dalam dirinya, yaitu selain orang kepercayaannya Presiden Jokowi, Erick Thohir juga bisa dibilang representasi kader Nahdlatul Ulama (NU). Erick Thohir juga merupakan anggota Banser dan pernah dipercaya sebagai Ketua panitia NU 1 Abad.

Nilai plus lainnya, sebagai pribadi yang didukung PAN, Erick Thohir juga dianggap mewakili semangat warga Muhammadiyah. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, NU dan Muhammadiyah merupakan dua ormas terbesar di Republik ini.

Dengan kondisi seperti itu, bisa dibilang kalau Erick Thohir merupakan personifikasi yang bisa menjadi jembatan representasi dua kekuatan besar tersebut.

Jika dua tokoh anak bangsa ini dipasangkan, saya rasa ini pasangan terbaik yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, karena dengan kedua tokoh ini bisa menjamin keberlanjutan program-program yang sudah berjalan 10 tahun di bawah kepemimpinan Jokowi.

Keduanya juga sama-sama menteri di kabinet Jokowi yang tentu sudah sangat memahami cara meneruskan agenda-agenda strategis nasional yang sudah berjalan selama ini.

Prabowo dengan latar belakang militer yang tegas dan berani serta memiliki integritas tinggi selama menjadi Menteri Pertahanan, sedangkan Erick Thohir selain pengusaha pribumi yang sukses juga seorang yang inovatif dan visioner. Terbukti, rekam jejak Erick selama menjadi menteri BUMN banyak raihan prestasi dan keduanya juga bersih dari kasus korupsi.

Kedua tokoh ini jika berpasangan pasti akan memberikan daya saing yang kuat terhadap pasangan calon lainnya (Ganjar dan Anies) sehingga masyarakat akan mendapatkan pilihan paling terbaik dari yang terbaik. Dan kemungkinan menang juga terbuka lebar, karena kedua tokoh ini sangat merepresentasikan kebhinekaan Indonesia.

Politik memang dinamis, kadang tidak bisa ditebak. Tapi politik yang harus disuguhkan untuk pembelajaran masyarakat adalah politik etis yang konstruktif dan subtantif.

Sudah tidak boleh lagi ada yang melakukan politik identitas, menyebarkan berita hoax dan intoleran. Tidak kalah pentingnya wajib kita hindari yaitu praktek money politic, sebab selama demokrasi kita menggunakan barometer kuantitatif bukan kualitatif maka money politic akan tetap massif sampai pada titik kulminatif.

Ingat bahwa demokrasi kita adalah Demokrasi Pancasila yaitu demokrasi yang mempersyaratkan kebebasan yang bertanggung jawab.

Asbit Panatagara
Aktivis DPN Barikade 98

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here