Home Opini Saatnya Pemuda Berani Rebut Panggung Politik 2024

Saatnya Pemuda Berani Rebut Panggung Politik 2024

54
0

Pemuda berpolitik, mendengar kalimat itu saja orang sudah mengernyitkan dahi, apalagi jika dihadapkan dengan kalimat “Pemuda Rebut Panggung Politik”, bisa jadi orang langsung melengos.

Pemuda seperti halnya wanita, belum mendapat tempat di panggung utama, bukan saja di dunia politik tapi juga di tengah masyarakat. Di parpol dan ormas pemuda hanya diberi panggung di sayap organisasi.

Lalu bagaimana di pemerintahan atau perusahaan swasta? Secara umum pemuda belum akan menduduki posisi penting atau strategis, terutama di pemerintahan di mana memang ada aturan ketat terkait jenjang karir yang cukup memakan waktu, sehingga dengan sendirinya pemuda sangat tidak memungkinkan untuk itu.

Begitupun di swasta, meskipun tidak seketat di pemerintahan namun berlaku hal yang lebih kurang sama. Jika pun ada pemuda menduduki jabatan penting, kebanyakan lebih karena “faktor X”, bukan karena prestasi atau jenjang karier.

Panggung untuk pemuda secara alamiah lebih tersedia dan terbuka di dunia olahraga dan entertainment.

Situasi secara umum yang kurang menguntungkan bagi pemuda itu tentu perlu ada perubahan meski diyakini tidak mudah.

Untuk melakukan perubahan itu setidaknya membutuhkan tiga hal. Pertama, endorsement dari pihak-pihak yang concern terhadap peran dan kemajuan pemuda.

Kedua, adanya “affirmative action” yaitu “diskriminasi positif menunjuk kepada kebijakan yang bertujuan untuk menyebarluaskan akses” dari para penentu kebijakan, dan yang ketiga, effort dari para pemuda sendiri.

Tentang “affirmative action”, bisa dilihat dari keterwakilan 30% bakal calon legislatif bagi kaum perempuan.

Affirmative action secara terbatas misalnya, kebijakan lelang jabatan di Pemprov DKI semasa dipimpin oleh Jokowi dan Ahok, yang membuka peluang lebih besar bagi kaum muda yang mampu dan memenuhi syarat untuk menduduki jabatan penting tanpa harus melalui jenjang karier yang panjang.

Contoh “affirmative action” secara terbatas adalah pengangkatan beberapa menteri dari kaum pemuda oleh Presiden Jokowi, dan tentu saja staf-staf khusus presiden yang didominasi kaum muda.

Namun, yang terpenting adalah effort dari kaum pemuda itu sendiri. Endorsement dan affirmative action jelas membutuhkan pihak lain. Lantas bagaimana dengan kita kaum pemuda sendiri?

Banyak hal yang bisa diupayakan dan diperjuangkan oleh kaum pemuda sendiri dalam panggung politik.

Dan itu harus dimulai dengan pengetahuan serta kepedulian terhadap masa depan kaum pemuda yang sangat dipengaruhi oleh situasi dunia politik.

Baik buruknya dunia politik sangat menentukan nasib dan masa depan pemuda, karena para penentu kebijakan baik di eksekutif maupun legislatif adalah produk dari politik.

Khusus menghadapi tahun 2024 di mana akan dilaksanakan Pileg, Pilpres dan Pilkada serentak, maka perlu ditekankan agar kaum pemuda tidak apatis (masa bodoh).

Pemuda harus berani merebut panggung politik di tahun 2024. Belum terlambat kalau kita mulai mengobarkan semangat itu dari sekarang.

Merebut panggung politik, bukan hanya dengan mengikuti kontestasi di mana saat ini sebagian tahapan-tahapannya telah dilalui terutama untuk pileg, namun juga dengan tampil secara bersama-sama untuk menentukan siapa-siapa yang pantas terpilih, baik untuk legislatif, kepala daerah maupun presiden di tahun 2024.

Kita harus berani melakukan bargaining sampai dengan kontrak politik, selanjutnya mendorong dan mendukung calon-calon yang berani berpikir ‘out of the box’ dan menunjukkan keberpihakan secara nyata kepada pemuda.

Jika masih apatis atau salah memberikan dukungan, pemuda harus menunggu 5 tahun lagi untuk memperjuangkan kembali.

Saya contohkan untuk pilpres, kaum pemuda butuh presiden seperti Jokowi yang berani berpikir ‘out of the box’ dan telah menunjukkan keberpihakan secara nyata terhadap pemuda.

Menghadapi Pilpres 2024, sudah semestinya para pemuda mendukung calon presiden yang setidaknya sejalan serta menlanjutkan program kerja dan kebijakan Presiden Jokowi, khususnya yang berkaitan dengan pemuda.

Mochammad Jodi Husein

Ketua Departemen Pemuda Lembaga Aliansi Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here