Home Nasional Indikator: Persaingan Ketat Elektabilitas Ganjar dan Prabowo

Indikator: Persaingan Ketat Elektabilitas Ganjar dan Prabowo

63
0

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkini terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil survei yang diselenggarakan Indikator Politik Indonesia pada 15-21 Juli 2023 menunjukkan, peta elektabilitas calon presiden masih dinamis.

Berdasarkan simulasi tiga nama dalam survei tersebut, nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bersaing ketat di posisi pertama dan kedua, sementara Anies Baswedan berada di urutan ketiga.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, elektabilitas Ganjar berada di urutan pertama dalam skema top of mind, simulasi semi terbuka hingga simulasi tiga nama.

“Simulasi tiga nama ini, lagi-lagi kami tanya kebetulan di antara banyak nama, hanya Ganjar, Anies dan Prabowo yang dinamis dan potensial,” katanya.

“Kita belum bicara secara konklusif menemukan siapa yang unggul antara Prabowo dan Ganjar, berdasarkan simulasi 3 nama,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Jumat (18/8/2023).

Survei juga menunjukkan bahwa elektabilitas bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, yakni Anies Baswedan berada di angka 23,9 persen.

Menurut Burhanuddin, pendukung Anies tidak perlu khawatir atas hasil tersebut karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih punya peluang berada di dua besar karena ada 7,7 persen suara undecidedd voters.

“Selisih kurang lebih sekitar 9 persen dengan peringkat kedua sementara undecided masih 7,7 persen belum termasuk swing voters, itu Anies masih bisa, kompetitif minimal, untuk memperebutkan peringkat kedua,” kata Burhanuddin.

Ia mengatakan, hasil survei ini juga menunjukkan tren elektabilitas para bacapres masih naik turun 6 bulan menjelang hari pencoblosan.

Burhanuddin mencontohkan, elektabilitas Prabowo sempat menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2020 hingga 2021, tetapi kemudian disalip oleh Ganjar pada April 2022.

Elektabilitas Prabowo pun terus turun pada 2022 hingga sempat disalip oleh Anies pada November 2022 yang tingkat keterpilihannya pun sempat mengancam Ganjar yang duduk di peringkat pertama.

“Tetapi sepanjang 2023 trennya (elektabilitas Anies) turun sampai kemudian di survei bulan Juli tren penurunan itu mulai recover,” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo yang turun pada 2021 pelan-pelan merangkak naik hingga menyalip Anies pada Februari 2023 dan menyalip Ganjar seusai batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Tetapi (Prabowo) belakangan kembali disalip meskipun lagi-lagi selisihnya tidak signifikan dengan Ganjar, jadi ini betul-betul seperti pacuan kuda, saling balap antarcapres,” kata Burhanuddin.

Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 1.811 orang responden warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Para responden itu dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error ±2,35 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here