Home Feature Simak Nih, Keunggulan Jenis Ban Tubeless dan Cara Merawatnya

Simak Nih, Keunggulan Jenis Ban Tubeless dan Cara Merawatnya

36
0

Ban sepeda motor merupakan komponen penting yang mempengaruhi kinerja dan keamanan berkendara. Terdapat dua jenis ban yang digunakan sepeda motor saat ini yaitu ban tubetype dan tubeless.

Perbedaan dari kedua jenis ban tersebut yaitu ban tubetype menggunakan ban dalam, sedangkan ban tubeless tidak menggunakan ban dalam sebagai media penyimpan angin.

Ban tubeless memiliki dinding samping yang lebih kaku dan dirancang untuk melekat erat pada velg.

Untuk mencegah kebocoran udara, ban tubeless dilapisi dengan lapisan khusus yang dapat menutup lubang kecil jika ada paku atau benda tajam lainnya yang menembus permukaan.

Selain itu, ban jenis tubeless juga menggunakan pentil khusus dimana terdapat seal untuk menjaga angin tidak keluar di bagian lubang pentil.

Pada umumnya, ban jenis tubeless hanya bisa digunakan pada velg model cast wheel, sedangkan untuk model velg jari-jari tidak bisa, terkecuali untuk model custom atau yang sudah dimodifikasi.

Sub Department Head Technical Service Daya Adicipta Motora, Ade Rohman menjelaskan, salah satu keunggulan ban jenis tubeless adalah lebih tahan lama menjaga tekanan angin.

“Dan jika tertancap benda tajam atau paku tidak langsung bocor, melainkan ada jeda beberapa saat untuk yang memungkinkan pemilik kendaraan bisa membawanya ke tukang tambal ban,” jelas Ade.

“Menambal ban jenis tubeless juga lebih praktis dengan tools sederhana bahkan bisa dilakukan sendiri karena tanpa harus repot-repot membuka ban dalam seperti pada model ban tube tipe,” tambahnya.

Untuk perawatan ban jenis tubeless juga lebih mudah, yaitu:

1. Cukup dengan menjaga tekanan angin yang ideal sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Selalu kurangi kecepatan tatkala menemukan kondisi jalan rusak untuk menghindari hal-hal yang berpotensi merusak bagian ban.
3. Walaupun tidak diwajibkan, tapi menggunakan Nitrogen akan membuat tekanan angin pada ban jenis tubeless lebih tahan lama.
4. Walaupun tidak bocor, ketika terkena paku atau benda tajam harus segera mungkin melakukan penambalan ban untuk menghindari kerusakan yang lebih besar.
5. Hindari penggunaan cairan anti bocor. Alih-alih membuat ban terhindar dari bocor tapi justru seringkali merusak bagian velg dan akan menghambat ketika melakukan penggantian ban baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here