Home Nasional Kasus Stunting Masih Menghantui Anak Indonesia, Ini Upaya yang Dilakukan Kemenkes

Kasus Stunting Masih Menghantui Anak Indonesia, Ini Upaya yang Dilakukan Kemenkes

27
0

Menjelang 78 Tahun Kemerdekaan RI, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan pemerintah. Fakta yang menyedihkan ternyata masih ada 21,6 persen anak-anak Indonesia yang mengalami stunting.

Pengertian stunting menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yaitu gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Seorang anak didefinisikan mengalami stunting jika tinggi badan menurut usianya lebih dari dua standar deviasi, di bawah ketetapan Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Meski begitu, angka stunting di Indonesia terus mengalami penurunan setiap tahun setidaknya sejak 2016.

Untuk terus menekan kasus stunting di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan telah mengganti anggaran untuk pemberian biskuit dan susu kotak ke seluruh posyandu menjadi pemberian produk protein hewani dalam rangka mempercepat penurunan stunting di Indonesia.

Menurut Wakil Menteri Kesehatan Dante S Harbuwono, dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 pada (26/6/2023), perubahan alokasi anggaran untuk pemberian produk makanan protein hewani kepada anak-anak di Indonesia dilakukan setelah melewati sejumlah kajian dengan menggandeng beberapa pihak terkait.

Hasil kajian tersebut mengerucut pada efek positif yang didapatkan dari pemberian makanan tambahan dalam bentuk protein hewani dibandingkan biskuit dan susu kotak. Kemenkes juga telah melakukan sejumlah terobosan dalam rangka percepatan penurunan stunting di Indonesia, salah satunya adalah deteksi stunting sejak dini.

Kemenkes membagikan alat pemindai ultrasonografi (USG) di hampir 52 persen puskesmas di seluruh Indonesia. USG dilakukan saat kehamilan untuk mengecek gejala-gejala pada janin bayi.

Ketika janin bayi terindikasi tidak berkembang dengan baik maka dilakukan intervensi dengan pemberian kalori yang cukup, energi dan gizi yang cukup pada ibu hamil tersebut sehingga tubuh janinnya menjadi lebih baik.

Kemenkes juga membagikan perangkat Antropometri, yaitu alat untuk menimbang dan mengukur tinggi badan anak standar WHO di posyandu-posyandu seluruh Indonesia.

Pemberian fasilitas itu seiring dengan revitalisasi sekira 200 ribu posyandu di seluruh Indonesia sebagai urgensi yang harus dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here