Home Nasional Perbandingan Nilai Aset Negara, Kekayaan RI Era SBY Rp3.910 T, Era Jokowi...

Perbandingan Nilai Aset Negara, Kekayaan RI Era SBY Rp3.910 T, Era Jokowi Meroket Rp11.454 T

41
0

Aset negara adalah kekayaan Negara yang wajib dikelola dan dijaga dengan baik. Pengelolaan kekayaan Negara mempunyai fungsi strategis berupa penggunaan dan pemanfaatan barang milik Negara untuk kepentingan nasional.

Pemerintah perlu melakukan pelaporan asset Negara secara transparan, sehingga masyarakat bisa menilai kinerja pemerintah.

Persoalan lain yang cukup menghambat adalah belum adanya persamaan persepsi dalam pengelolaan barang milik Negara dan belum memadainya peraturan. Hal ini mengakibatkan barang yang dikelola cenderung tidak optimal dalam penggunaan dan pemanfaatannya.

Barang yang tidak teradministrasi dengan baik akan mengakibatkan hilangnya asset Negara.

*Grafik Kuning (Era SBY), Biru (Era Jokowi)
Chart: Aulia Mutiara Hatia Putri Source: BPK

Pertanggungjawaban atas Barang Milik Negara kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan, aset, hutang, ekuitas dana, pendapatan dan belanja, termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan.

Informasi Barang Milik Negara memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yang berkaitan dengan pos-pos persediaan, aset tetap, maupun aset lainnya.

Pengelolaan kekayaan negara (aset) merupakan salah satu representasi fungsi Kementerian Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara (BUN).

Total aset negara berada dalam tren yang meningkat sejak Era presiden Susilo Bambang Yudohoyono (SB) hingga presiden Jokowi.

Kenaikan aset ini salah satunya ditopang oleh peningkatan investasi jangka panjang yang dilakukan hingga saat ini. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) begini perkembangan total aset negara kita.

Berdasarkan grafik di atas bisa dilihat total aset terus tumbuh dari tahun ke tahun. Sepanjang pemerintahan SBY (2004-2013) pertumbuhan paling besar terjadi pada tahun 2007 dengan pertumbuhan 31,17% dari tahun sebelumnya.

Sepanjang Era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari tahun 2015, total aset negara juga terus mengalami kenaikan. Lonjakan total aset paling signifikan terjadi pada tahun 2019 dengan kenaikan mencapai 65.49% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemudian, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mencatat, nilai aset negaramencapai Rp 11.098,6 triliun pada 2020.

Sebagai informasi, adapun aset pemerintah ini terdiri dari Barang Milik Negara (BMN) seperti aset lancar, tetap yakni tanah dan bangunan serta aset lainnya. Juga aset non BMN seperti investasi, kas hingga piutang.

Melihat peran penting aset negara dalam pelayanan dan peningkatan kesejahteraan rakyat, sudah selayaknya aset negara dimaksimalkan penggunaan dan pemanfaatannya.

Dalam terminologi pengelolaan aset pemerintah, terdapat 2 (dua) istilah yaitu penggunaan dan pemanfaatan aset. Penggunaan aset digunakan dalam pengelolaan aset untuk melaksanakan tugas dan fungsi pemerintah.

Pemerintah wajib melakukan pengamanan terhadap Barang MilikNegara (BMN). Pengamanan tersebut meliputi pengamanan fisik, pengamanan administratif, dan pengamanan hukum.

Dalam rangka pengamanan administratif dibutuhkan sistem penatausahaan yang dapat menciptakan pengendalian (controlling ) atas Barang Milik Negara.

Selain berfungsi sebagai alat kontrol, sistem penatausahaan tersebut juga harus dapat memenuhi kebutuhan manajemen pemerintah di dalam perencanaan pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, maupun penghapusan (disposal).

Selain itu, untuk mengefektifkan pelaporan pengelolaan BMN, dibutuhkan suatu sistem informasi yang terpadu yang mampu mengakomodir kebutuhan pengelolaan BMN tersebut.

Seluruh transaksi dalam pengelolaan BMN dapat tercatat secara terpadu dan dapat diproses langsung menjadi sebuah pelaporan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan oleh pejabat yang berwenang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here