Home Mancanegara Gelar MNEK di Makassar TNI AL Kenalkan KRI Produksi Dalam Negeri

Gelar MNEK di Makassar TNI AL Kenalkan KRI Produksi Dalam Negeri

17
0

TNI AL punya gawe besar dengan menggelar kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 pada 5-8 Juni 2023 di Makassar, Sulawesi Selatan.

MNEK 2023 merupakan kegiatan yang ke-4 kalinya diselenggarakan TNI AL, setelah sebelumnya digelar di Batam (2014), kemudian di Padang (2016), disusul di Lombok (2018).

Untuk tahun ini MNEK 2023 mengambil tema “Partnership to Recover and to Rise Stronger” dan melibatkan 49 Angkatan Laut di dunia.

MNEK 2023 yang dibuka Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, (5/6/2023), adalah latihan non perang. Latihan ini di fokus pada latihan keamanan maritim, kegiatan bantuan kemanusiaan, bertujuan untuk meningkatkan kerja TNI Angkatan Laut dengan negara yang terlibat.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama MNEK terdiri dari Naval Exercise, International Fleet Riview, Engineering Civic Action Program, Maritime Hospitality, dan Community Relations.

Banyak keuntungan yang didapatkan oleh Indonesia dengan menggelar latihan multilateral ini. MNEK memberikan kesempatan kepada TNI Angkatan Laut untuk terlibat dalam hubungan mitra internasional.

MNEK juga memberikan keunggulan khusus dibanding dengan latihan bilateral karena lebih banyak peserta asing yang dapat terlibat.

Latihan bersama MNEK memungkinkan Indonesia dan mitra internasionalnya untuk memperkuat keamanan maritim regional dengan beroperasi bersama. Dan tentu akan meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia.

MNEK dipandang sangat penting bagi Indonesia dan militernya. Ia berperan penting dalam memfasilitasi diplomasi pertahanan dan keamanan nasional.

Hal lain yang membanggakan yaitu, keterlibatan kapal perang RI (KRI) yang diproduksi di dalam negeri oleh PT PAL. Dalam latihan MNEK 2023, TNI AL membawa sebelas alutsista, yang enam di antaranya buatan PT PAL.

Keenam produk alusista PT PAL adalah dua kapal kelas Perusak Kawal Rudal (PKR), dua kapal kelas Bantu Rumah Sakit (BRS), dan dua kapal kelas Kapal Cepat Rudal (KCR)-60 M.

Menurut CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, keikutsertaan perusahaan dan ekshibisi produk di latihan bersama angkatan laut seluruh dunia ini merupakan contoh konkret kehadiran PT PAL sebagai simbol bagi industri maritim di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here