Home Nasional Bawaslu Rajut Komitmen Ciptakan Pemilu Damai 2024

Bawaslu Rajut Komitmen Ciptakan Pemilu Damai 2024

25
0

Pengalaman Pemilu 2019 yang kental dengan nuansa ujaran kebencian dan rasisme di media sosial menjadi peringatan dalam menyambut pelaksanaan Pemilu pada tahun 2024.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai badan yang mengawasi jalannya pemilu merasa perlu mengingatkan semua pihak tentang bahayanya efek ujaran kebencian, informasi hoaks, dan rasisme.

Terkait dengan itu Bawaslu menandatangani komitmen bersama ciptakan Pemilu Damai 2024. Penandatanganan tersebut dilakukan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja bersama sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi Damai, perwakilan tingkat tinggi PBB, dan platform media sosial.

Bagja menjelaskan pada 2019 menjadi pelajaran berharga dalam pelaksanaan pemilu. Pasalnya terjadinya eskalasi ujaran kebencian dan rasisme di media sosial saat Pemilu 2019.

“Semoga (Pemilu 2024) tidak terjadi demikian. Untuk itu Bawaslu sudah mulai mendekati teman-teman (pemilih pemula) untuk meyakinkan mereka, pemilu itu seharusnya adu gagasan dan menghormati pendapat khalayak,” kata Bagja dalam keterangan resminya, (22/6/2023).

Selaku Ketua Bawaslu, dirinya berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bertindak cepat dan menurunkan postingan ujaran kebencian dan rasisme di berbagai platform media sosial.

“Teman-teman sudah saatnya menyadari bahwa kebebasan berbicara dibatasi dengan kebebasan orang lain untuk menikmati pemilu aman dan damai tidak penuh hate speech,” tegasnya.

Sebelumnya, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengajak Bawaslu untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian melalui kampanye mereka yang berjudul Social Media 4 Peace.

Kepala Unit Komunikasi dan Informasi, Kantor Wilayah Multisektoral UNESCO, Ana Lomtadze, memaparkan saat ini hingga akhir siklus pemilu, ujaran kebencian, disinformasi, dan konten menghasut yang tersebar secara online berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemilu dan memfasilitasi kekerasan di dunia nyata.

“Social Media 4 Peace memiliki dua tujuan yang pertama adalah mempromosikan narasi kedamaian di media sosial,” kata Ana saat mengunjungi Bawaslu, (21/6/2023).

“Untuk tujuan ini kami berkerja bersama dengan anak muda, pemimpin keagamaan, untuk mempromosikan narasi damai di media sosial saat Pemilu. Kedua yaitu, mengembangkan inovasi untuk menangkal ujaran kebencian dan hoaks,” ungkap Ana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here