Home Uncategorized Pengamat: Kinerja Tinggi, Etika dan Loyalitas Dongkrak Elektabilitas Erick Thohir

Pengamat: Kinerja Tinggi, Etika dan Loyalitas Dongkrak Elektabilitas Erick Thohir

34
0

Erick Thohir disebut-sebut menjadi calon wakil presiden (cawapres) potensial dari berbagai kalangan pengamat dan pakar politik karena rekam jejak dan kinerjanya profesional sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI.

Beberapa lembaga survei menempatkan dirinya sebagai salah satu kandidat tertinggi dalam kontestasi cawapres, itu merupakan apresiasi dari buah kinerja yang dilakukannya.

Walau namanya sering digadang-gadang masuk sebagai sebagai kandidat tertinggi dalam bursa cawapres, namun tak membuat Erick Thohir menjadi jemawa dan terjebak pada konstelasi politik.

Bahkan dalam satu kesempatan pertemuan dengan jurnalis, Erick menyatakan bahwa saat ini ia masih akan terus fokus untuk bekerja dan menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN.

Lebih lanjut Erick mengatakan saat dirinya akan tegak lurus dengan Presiden Joko Widodo dan akan fokus menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Menteri BUMN.

“Apa lagi dalam konteks politik di Indonesia, penentuan capres dan cawapres merupakan keputusan parpol. Karena bukan berasal dari parpol, maka saya akan fokus pada kerja sebagai Menteri BUMN yang saat ini cukup banyak, “ ujarnya.

“Saya tak mau terjebak politik. Hari ini fokus saja pada kerja. Karena fokus kerja di BUMN memberikan manfaat yang besar bagi bangsa dan masyarakat,” ucap Erick.

Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada Wawan Mas’udi menilai pernyataan yang dilontarkan Erick tersebut merupakan langkah yang tepat. Sebab untuk dapat membangun kepemimpinan politik, harus memiliki basis legitimasi yang sangat kuat.

Sebagai figur yang yang berasal dari teknokrat atau profesional, maka cara yang terbaik untuk membangun legitimasi harus dari performance atau kinerja. Kinerja yang dimaksud adalah prestasi dalam menjalankan program tertentu sesuai dengan tugas dan amanah yang saat ini diemban.

Karena Erick saat ini memegang jabatan publik sebagai Menteri BUMN, menurut Wawan sudah sewajarnya beliau fokus untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Membangun legitimasi dari kinerja menurut Wawan juga bukan perkara yang mudah.

Ada pihak yang menilai kinerja seseorang sudah baik. Namun ada pihak lain yang menyatakan kinerja tidak baik. Sehingga langkah yang terbaik adalah dengan mengaitkan antara kinerja dengan apa yang menjadi agenda dan kebutuhan publik secara umum menjadi sangat penting.

“Jika dalam kaitan dengan reformasi di BUMN, maka kinerja yang harus dibuktikan oleh Menteri Erick adalah memastikan BUMN memiliki kinerja yang semakin baik dan semakin akuntabel. Sebab selain sebagai alat negara untuk menggerakkan perekonomian nasional, BUMN juga harus memiliki fungsi sosial,” terang Wawan, Kamis (4/5/2023).

Erick yang akan selalu tegak tegak lurus dengan presiden, menurut Wawan merupakan wujud dari dirinya yang menjunjung tinggi sistem politik presidensial yang saat ini dianut Indonesia. Dalam sistem politik presidensial, Menteri merupakan elemen yang terintegrasi dengan kepemimpinan presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here