Home Opini Milenial di Pusaran Global, Butuh Pemimpin yang Memberikan Suri Tauladan

Milenial di Pusaran Global, Butuh Pemimpin yang Memberikan Suri Tauladan

50
0

Harus diakui, generasi milenial sangat menentukan nasib masa depan bangsa. Banyak harapan yang diletakan di pundak mereka dalam menghadapi kemajuan global.

Tantangan terberat generasi milenial ada pada sikap dalam memilih jalan terang atau jalan gelap yang akan ditempuhnya. Pada sisi lain, kemajuan teknologi akan sangat berpengaruh membentuk karakter dan pencarian jati diri generasi ini.

Pada generasi milenial, media sosial menjadi salah satu elemen yang sangat mempengaruhi generasi ini dalam mengambil sebuah keputusan.

Belakangan pengaruh media sosial sangat berperan dalam perkembangan sosial. Berbagai platform media sosial seperti Whatsapp (WA), Telegram, Twitter, FB dan yang lainnya, menjadi media untuk berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat.

Beragam konten dan narasi bertaburan di jagat media sosial. Semuanya bebas menyampaikan isi pernyataan, baik yang berasal dari individu, komunitas, atau bahkan lembaga formal.

Namun, banyak juga yang menjadikan media sosial sebagai saluran untuk menyuarakan hal-hal yang bersifat negatif, seperti konten-konten yang bersifat menghasut atau mengajak orang untuk melakukan perbuatan kriminal atau perbuatan lainnya yang melanggar hukum.

Disisi lain ada juga yang menggunakannya untuk melontarkan gagasan-gagasan kreatif dan brilian, membentuk komunitas dan membangun jaringan berbasis ekonomi melalui aplikasi dan start up yang memberikan kontribusi positif bagi khalayak.

Media sosial ibarat pisau bermata dua. Penggunaannya tergantung masing-masing orang. Dapat beradaptasi dan memanfaatkannya untuk menyongsong masa depan yang gemilang atau menjadi korban teknologi.

Dalam perspektif politik dan demokrasi, generasi milenial Indonesia saat ini memiliki potensi yang sangat seksi untuk diberdayakan. Suara mereka akan sangat menentukan dalam setiap gerak maju kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, generasi milenial harus diajak untuk mau memegang andil dalam memutuskan masa depan bangsanya. Jangan jadikan mereka korban dari kemajuan teknologi yang hanya bisa joget-joget gak jelas lalu menjadi viral. Populer sejenak, lalu tenggelam tanpa bisa berkontribusi pada kemajuan bangsanya.

Kita harus menjadikan generasi milenial tersebut sebagai kekuatan untuk menjaga dan memajukan republik ini.

Jika mereka terjebak dalam faham pesimistis dan bersikap skeptis terhadap negara dan bangsanya, maka itu akan menjadi malapetaka. Demografi Indonesia akan menjadi sangat mengerikan lantaran generasi mudanya tidak peduli pada negaranya.

Karena itu, dibutuhkan pemimpin yang berani mengajak dan mengarahkan generasi milenial dalam menentukan sikap menyambut masa depannya. Membimbingnya tanpa harus menggurui atau merasa si paling tahu.

Butuh pemimpin yang mampu memberikan suri tauladan (role model) dalam setiap kesempatan agar bisa dicontoh dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari generasi milenial.

Oleh sebab itu, setiap pemimpin harus memiliki gagasan besar yang mampu menarik minat kalangan milenial dengan sungguh-sungguh membawa pencerahan dengan program-program yang memacu dan melibatkan peran mereka sebagai penentu kebijakan masa depan bangsa dan negaranya.

Di Indonesia ada sekitar 65 juta jiwa generasi milenial yang jika diberdayakan dengan segenap kemampuan akan menjadi sebuah kekuatan besar. Mereka akan menjelma menjadi energi yang menjadikan republik ini sebagai kekuatan besar yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Irwan, jurnalis www.kabari.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here