Home Nasional Kepuasan terhadap Kinerja Jokowi Naik, Tembus Batas Psikologis 80,6 Persen

Kepuasan terhadap Kinerja Jokowi Naik, Tembus Batas Psikologis 80,6 Persen

25
0

Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto mengungkapkan “Tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi mencapai batas psikologis dengan menembus hingga 80,6 persen,” dalam press release di Jakarta, Sabtu (20/5/2023).

Jokowi yang akan mengakhiri pemerintahan pada periode kedua ini, menurut Dendik, tren naiknya tingkat kepuasan publik memberikan optimisme yang sangat kuat. Lebih-lebih jika tren ini terus bertahan ketika memasuki tahun politik menuju gelaran Pemilu 2024 mendatang.

Kinerja paten Jokowi yang menyentuh lapisan fundamental masyarakat sangat dirasakan dampaknya terutama mendorong perekonomian lokal terus naik dengan membangun infrastruktur dari hilir ke hulu sangat membantu secara komprehensif memudahkan jalur transportasi baik perdagangan maupun urusan bisnis lainnya.

“Selain meletakkan pondasi berupa masifnya pembangunan infrastruktur untuk melancarkan mobilitas dan arus logistik maupun pendukung sektor lain seperti pertanian, tingginya tingkat kepuasan menjadi salah satu legacy yang sulit ditandingi pemimpin lainnya,” tandas Dendik.

Capaian itu juga terjadi di tengah pandemi Covid-19 dan ketegangan geopolitik yang menimbulkan disrupsi secara global. “Sebelum WHO mencabut status darurat kesehatan Covid-19, pemerintah telah menyatakan berakhirnya PPKM sejak awal tahun,” lanjut Dendik.

Hasilnya, pergerakan ekonomi berjalan sangat cepat, termasuk mobilitas besar-besaran saat mudik Lebaran lalu. “Berbagai opsi moda transportasi telah tersedia, bahkan melampaui kapasitas yang ada hingga terjadi kemacetan di berbagai titik,” jelas Dendik.

Meskipun terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas, tetapi trennya terus menurun. Setelah sempat menyentuh di atas 5 persen sejak September 2022 hingga Februari 2023, inflasi bulanan meluncur turun menjadi 4,97 persen pada Maret 2023 dan 4,33 persen pada April 2023.

Sementara itu pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen sejak akhir 2021, dan tercatat sebesar 5,03 persen pada kuartal I/2023. Hal ini berarti menepis pesimisme para pengamat ekonomi yang memperkirakan pertumbuhan melambat pada kisaran 4 persen.

Di balik semua pencapaian tersebut, tentu saja masih banyak permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi presiden berikutnya. “Jokowi masih menggenjot sejumlah proyek strategis yang masih molor, sebut saja ibukota baru (IKN) dan kereta cepat,” ujar Dendik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here