Home Daerah BNPB Gelar Simulasi Evakuasi Banjir Bagi Warga Blora Jawa Tengah

BNPB Gelar Simulasi Evakuasi Banjir Bagi Warga Blora Jawa Tengah

39
0

Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia harus mempersiapkan warganya untuk bisa melakukan kegiatan mitigasi bencana sebagai upaya untuk menyelamatkan diri.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora menggelar simulasi evakuasi banjir bagi warga Blora di empat desa yang ada di Kabupaten Blora.

Empat desa tersebut ialah Desa Sumberpitu dan Desa Nglanjuk di wilayah Kecamatan Cepu, kemudian Desa Nglungger di Kecamatan Kradenan dan Desa Panolan di Kecamatan Kedungtuban.

Desa-desa ini bersama enam belas desa lainnya di Kabupaten Blora sudah pernah mendapatkan pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) bencana banjir.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB Eny Supartini yang hadir langsung di Kabupaten Blora mengatakan, simulasi ini sebagai pembelajaran bagi desa lainnya bagaimana desa yang Destananya sudah baik.

“Harapannya masyarakat mempunyai pemahaman peringatan dini, mengetahui dimana jalur evakuasinya, terakhir masyarakat tahu harus berbuat apa,” kata Enny saat menyaksikan pralatihan evakuasi di Desa Sumberpitu, (15/5/2023).

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan mengungkapkan, kehadirannya untuk melihat secara langsung kesiapan dari masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Perlu meningkatkan kesiapsiagaan, bagaimanapun tidak ada yang mengharapkan dan tidak terduga, oleh karena itu kita harus menyiapkan diri secara keseluruhan. karena bencana tidak datang dengan pemberitahuan terlebih dahulu,” ucap Wulan.

Sementara itu Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati mengapresiasi kegiatan ini dan berharap warga disekitar DAS Bengawan Solo dapat lebih siap jika terjadi bencana.

Simulasi ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko bencana yang akan terjadi. Hal itu sejalan dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat membuka acara puncak HKB 2023 di Lamongan, Jawa Timur, (16/5/2023).

“Aspek pencegahan sebelum terjadi bencana ini sangat penting. Pencegahan ini tentu saja unsur terdepannya adalah kesiapsiagaan kita semua mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, media, kemudian unsur dunia usaha, dan masyarakat. Semua harus memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan tersebut,” ujar Suharyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here