Home Nasional Beda Arah Dukungan Calon Presiden pada Pilpres 2024, Jokowi dan Surya Paloh...

Beda Arah Dukungan Calon Presiden pada Pilpres 2024, Jokowi dan Surya Paloh Pecah Kongsi

28
0

Partai Nasional Demokrat (NasDem) tercatat sudah dua kali tak diundang dalam pertemuan antara Jokowi dan partai politik pendukung pemerintah.

Pertemuan pertama terjadi pada awal April 2023, Jokowi bertemu dengan seluruh ketua umum parpol koalisi pemerintah di DPP PAN, Minggu (2/4/2023).

Pimpinan parpol yang hadir yaitu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketua Umum PPP Mardiono.

Kini, partai Nasional Demokrat (NasDem) Kembali tidak diundang pada pertemuan kedua ketua umum partai politik koalisi pemerintah di Istana Negara, Selasa (2/5/2023).

Hanya PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, PAN, dan PPP yang diundang hadir. Dari enam partai itu, hanya Golkar yang belum memastikan arah dukungannya untuk 2024. Akan tetapi, lima lainnya sudah memberikan arah dukungan kepada figur yang dipandang dekat maupun berada di barisan Jokowi.

Singkat cerita, semua merupakan orang-orangnya Jokowi atau all the president’s men. Ganjar Pranowo, diusung oleh PDIP dan PPP, merupakan figur yang dekat bahkan kerap dipandang sebagai capres yang dipastikan bakal melanjutkan program Jokowi.

Hubungan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai NasDem berada di persimpangan jalan. Keduanya terancam pecah kongsi. Perbedaan arah dukungan politik pada Pilpres 2024 menjadi pemicunya.

Padahal NasDem dan Jokowi dulu sangat dekat. Jokowi kerap hadir dalam acara-acara penting NasDem mulai dari ulang tahun partai, peresmian NasDem Tower, dan sebagainya. Kedekatan antara Jokowi dan Surya Paloh sudah bukan rahasia umum lagi.

Namun, setengah tahun belakangan ini, hubungan dua sahabat tersebut mendapat tantangan. NasDem secara mengejutkan mengusung Anies Baswedan. Anies adalah tokoh yang menurut politikus senior, Zulfan Lindan, adalah antitesis dari Jokowi. Antitesis berarti lawan atau orang yang memiliki watak yang berseberangan dengan sang presiden.

Sejak saat itu, Jokowi dan Surya Paloh renggang. Jokowi tidak hadir dalam peringatan ulang tahun ke 11 Partai NasDem. Sebaliknya Surya Paloh juga tidak hadir Jokowi mantu alias menikahkan putra bungsunya, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.

Puncak ketegangan itu terjadi ketika Jokowi tidak mengundang Surya Paloh dalam acara halalbihalal pada pekan lalu. Surya Paloh menjadi satu-satunya partai pendukung pemerintah yang tidak diundang dalam acara tersebut. Jokowi belakangan mengakui bahwa alasan tak mengundang Surya Paloh karena perbedaan dukungan politik pada Pilpres 2024.

“NasDem itu, kami harus bicara apa adanya, mereka kan sudah memiliki koalisi sendiri dan ini gabungan partai yang kemarin kumpul itu juga ingin membangun kerja sama politik yang lain,” ujar Jokowi.

NasDem, yang kini masih tergabung dengan koalisi pemerintah dan memiliki kursi menteri, tentu tidak berada di posisi yang mudah. Kendati berulang kali menyatakan komitmen untuk mendukung Jokowi hingga akhir periodenya, NasDem harus bersiap mencari peruntungannya sendiri di 2024.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here