Home Nasional Usai Tetapkan Tersangka, KPK Geledah Rumah Rafael Alun Temukan Gepokan Duit dan...

Usai Tetapkan Tersangka, KPK Geledah Rumah Rafael Alun Temukan Gepokan Duit dan Puluhan Tas Mewah

22
0

Kasus dugaan gratifikasi yang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo (RAT) dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan ditetapkannya RAT sebagai tersangka adalah pintu masuk untuk menguak tabir sisi gelap yang menggerogoti lembaga tersebut agar berbenah diri bersih-bersih dan mereformasi total seluruh pegawainya agar kembali ke jalur yang benar.

Selain itu tidak tertutup kemungkinan di Kanwil Ditjen Pajak ada namanya bagian Pemeriksaan, Penyidikan dan Penagihan Pajak teman sejawat dan kolega Rafael Alun Triambodo.

Menurut info bagian tersebut merupakan tempat yang sangat basah selain membuat takut Wajib Pajak (WP) dengan ini supaya pasrah. Nah lucunya mereka ini 1 angkatan di mayoritas Kanwil besar, jago memang soliditas dan solidaritasnya.

Saatnya Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan investigasi secara menyeluruh di Kementrian Keuangan khususnya DJP agar kasus-kasus yang dianggap mencurigakan dan menjadi gaduh dimata publik bisa terkuak.

Setelah itu Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah milik bekas pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo pada 27 Maret 2023. Dalam upaya paksa tersebut, KPK menemukan sejumlah barang mewah hasil impor dari luar negeri.

“Lokasi (penggeledahan) dimaksud beralamat di perumahan Simprug Golf, Jakarta Selatan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri pada Jumat 31 Maret 2023.

Dalam penggeledahan itu, Ali mengatakan penyidik menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya, kata dia, adalah gepokan uang serta tas bermerek internasional dari dalam rumah tersebut.

“Saat itu, benar tim penyidik menemukan uang dan puluhan berbagai tas mewah merek luar negeri,” kata dia melalui keterangan tertulis.

Ali mengatakan barang bukti yang ditemukan oleh tim penyidik KPK tersebut telah diamankan. Nantinya tim penyidik akan mendalami apakah barang-barang tersebut berkaitan dengan kasus gratifikasi Rafael Alun tersebut.

“Segera dilakukan penyitaan dan analisis atas temuan tersebut sebagai barang bukti perkara sangkaan penerimaan gratifikasi dimaksud,” ujar dia.

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan penyidikan terhadap kasus Rafael Alun. Rafael Alun diduga telah menerima gratifikasi selama 12 tahun ke belakang.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti, KPK telah meningkatkan pada proses penyidikan dugaan korupsi penerimaan sesuatu oleh pemeriksa pajak pada Ditjen Pajak Kemenkeu RI tahun 2011 sampai dengan 2023,” kata Ali Fikri.

Rafael Alun sempat membantah bahwa dirinya telah menerima gratifikasi seperti yang diumumkan oleh KPK. Meski begitu, Ali mengatakan penetapan tersangka Rafael Alun sudah sesuai dengan koridor hukum.

“Setiap langkah KPK, kami pastikan karena dilandasi aturan perundang-undangan dan kami lakukan semua prosesnya juga seusai mekanisme dan koridor hukum,” kata Ali pada Jumat 31 Maret 2023.

KPK menyatakan perkara Rafael Alun telah naik ke tahap penyelidikan. Tindakan itu dilakukan setelah lembaga antirasuah itu melakukan klarifikasi harta kekayaan Rafael pada 1 Maret lalu.

Rafael menjadi sorotan karena memiliki harta yang dinilai tidak sesuai dengan profilnya sebagai pejabat eselon III.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan, Rafael diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan total transaksi mencapai Rp 500 miliar.

PPATK juga memblokir lebih dari 40 rekening milik Rafael, anaknya, istrinya, dan sejumlah pihak terkait yang diduga menjadi nominee dalam TPPU.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here