Home Nasional Menteri ESDM Cek Langsung Stok BBM dan Layanan SPBU Jalur Mudik

Menteri ESDM Cek Langsung Stok BBM dan Layanan SPBU Jalur Mudik

26
0

Menteri ESDM Arifin Tasrif turun langsung mengecek layanan SPBU Pertamina saat arus mudik. Menteri ESDM turut didampingi oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi beberapa SPBU di jalur mudik wilayah Jawa Tengah, (19/4/2023).

“Kita melihat Pertamina menyediakan stok BBM di beberapa titik SPBU dalam keadaan cukup dan pengaturannya pun baik. Selain itu, keterampilan operator SPBU juga baik sehingga pemudik yang ingin mengisi BBM tidak menunggu lama,” ujar Arifin saat di SPBU Rest Area KM 456, Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik lebaran, Pertamina menyiapkan SPBU Modular ataupun Kios BBM guna mengurai antrian kendaraan.

Melalui upaya Pertamina tersebut, Arifin menilai bahwa Pertamina sudah siap dalam merencanakan penyediaan BBM di masa libur lebaran tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ganjar juga menyampaikan terima kasih atas ketersediaan BBM di wilayahnya tercukupi.

“Terima kasih Pertamina sudah meninjau di Jawa Tengah, dari sisi ketersediaannya cukup, dari sisi kecepatannya (pengisiannya) juga cukup karena kita butuh pelayanan yang super cepat agar tidak menjadi bagian dari kemacetan saat puncak arus mudik lebaran,” ujar Ganjar.

Dirut Pertamina mengatakan bahwa wilayah Jawa Tengah mendapat perhatian khusus. Menurut Nicke, melihat data historis, pemudik Jawa Tengah merupakan yang tertinggi. “Untuk Itu, Pertamina pastikan ketersediaan BBM-nya,” ucap Nicke.

Nicke juga menyampaikan upaya yang dilakukan pertamina dalam menjamin ketersediaan stok BBM di masa arus mudik.

“Untuk mengurai kemacetan atau antrian di SPBU, Pertamina menambahkan SPBU Modular yang sifatnya sementara. Selain itu, ada motoris yang akan mengirimkan BBM dalam kemasan,” jelasnya.

“Hal itu untuk mengantisipasi jika ada kendaraan pemudik yang kehabisan BBM di tengah perjalanan, tinggal telepon 135 lalu share location, nanti Motoris kami akan datang mengisi BBM,” ungkap Nicke.

Tahun ini, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan pada hampir semua jenis produk khususnya mengantisipasi masa puncak yang diprediksi akan terjadi pada 1 April – 9 Mei 2023.

Pertamina memproyeksikan akan terjadi peningkatan kebutuhan LPG sebesar 3%, BBM jenis Gasoline 10,3 % dan Avtur sebesar 7,35. Adapun BBM jenis Gasoil diperkirakan menurun 8,7% dari kondisi normal.

Antisipasi juga dilakukan dengan menyiapkan fasilitas tambahan yang meningkat dibandingkan dengan tahun 2022. Selain menyediakan 402 motoris, Pertamina meningkatkan jumlah SPBU Siaga yang melayani 24 jam dari 1.370 SPBU menjadi 1.505 SPBU, Agen LPG Siaga dari 4.239 agen menjadi 5.471 agen.

Untuk wilayah yang belum ada SPBU, Pertamina memasang unit tambahan yakni Kiosk Pertamina Siaga seperti Pertashop yang sebelumnya hanya 37 titik menjadi 44 titik. Untuk menyiapkan cadangan suplai BBM, Pertamina juga menyiapkan Mobil Tangki Stand By dari 144 unit naik menjadi 201 unit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here