Home Nasional Kepala BNPT: Kegiatan Deradikalisasi akan Dilakukan Secara Optimal

Kepala BNPT: Kegiatan Deradikalisasi akan Dilakukan Secara Optimal

18
0

Usai dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rycko Amelza Dahniel menyampaikan dirinya akan berupaya keras untuk melakukan kegiatan deradikalisasi secara optimal.

Hal tersebut terutama dilakukan kepada masyarakat yang pernah terlibat dalam tindakan radikalisme dan terorisme. Tentunya, hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi.

“Terutama kepada saudara-saudara kita yang pernah tersesat dan terlibat dalam masalah hukum dengan kasus-kasus radikalisme dan terorisme. Kita tentunya akan menggunakan berbagai upaya pendekatan secara preventif, secara persuasif,” ucap Rycko usai dilantik Presiden Jokowi, (3/4/2023).

Dalam keterangannya, Rycko juga menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya untuk bersinergi dengan lembaga pemerintah lainnya dalam menanggulangi terorisme di Tanah Air.

Menurut Rycko, BNPT akan melakukan sejumlah kerja sama baik di dalam maupun luar negeri dalam melakukan upaya pencegahan tindakan radikalisme dan terorisme.

“Kita akan melakukan kerja sama baik di dalam negeri maupun di luar negeri terutamanya dengan melakukan upaya-upaya pencegahan, pencegahan dengan menggunakan sentuhan hati, pencegahan yang lebih mengedepankan upaya-upaya dalam bidang edukasi, pendidikan dan kesejahteraan,” tambahnya.

Rycko melanjutkan, tindakan penegakan hukum juga akan tetap dilakukan dalam kasus tertentu. Namun, tindakan tersebut akan menjadi opsi terakhir dalam penanggulangan terorisme.

“Penegakan hukum akan ditempatkan sebagai ultimum remedium, pilihan terakhir dalam melakukan upaya penanggulangan ideologi dan terorisme,” lanjutnya.

Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel dilantik sebagai Kepala BNPT yang baru menggantikan Komjen Pol Boy Rafli Amar yang memasuki masa pensiun.

Penetapan Rycko sebagai kepala BNPT berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 51/TPA Tahun 2023.

Komjen Pol Rycko merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 dengan predikat lulusan terbaik (Adhi Makayasa).

Dalam urusan pemberantasan terorisme, Rycko yang tergabung dalam tim Bareskrim Polri berhasil melumpuhkan teroris Dr Azhari dan kelompoknya pada 9 November 2005. Dr Azhari dikenal sebagai otak di balakang Bom Bali 2002 dan Bom Bali 2005.

Tahun 2009 Rycko dipercaya sebagai ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selepas menjadi ajudan, karier Rycko terus melesat.

Rycko sempat menjabat sebagai Wakapolda Jawa Barat (2013-2014), Kepala STIK Lemdikpol (2014-2016), Kapolda Sumatera Utara (2016-2017), Gubernur Akpol (2017-2019), dan Kapolda Jawa Tengah (2019-2020).

Pada pertengahan 2020, nama Rycko sempat digadang-gadang menjadi calon Kapolri pengganti Idham Aziz. Tapi, Presiden Jokowi lebih memilih Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here