Home Nasional Waspada Pencurian Data Melalui Aplikasi SatuSehat Mobile

Waspada Pencurian Data Melalui Aplikasi SatuSehat Mobile

15
0

Aplikasi SatuSehat Mobile yang baru saja dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) ternyata tidak luput dari incaran orang-orang jahil yang berniat jahat.

Belum lama ini Kementerian Kesehatan menerima laporan penipuan lewat nomor WhatsApp berisi link update SatuSehat Mobile. Nomor WhatsApp tersebut mengatasnamakan Kemenkes.

Modus link tersebut yaitu mencuri password atau data yang tersimpan di ponsel pengguna sehingga pelaku bisa mengakses berbagai aplikasi lain milik korban seperti mobile banking dan sebagainya.

Dalam siaran resminya, Kemenkes menghimbau masyarakat untuk hati-hati bila menerima pesan dari nomor yang tidak jelas atau mencurigakan.

Kemenkes menyampaikan agar masyarakat jangan sampai membuka link yang mengaku SatuSehat Mobile dari nomor yang tidak dikenal dan tidak terverifikasi centang hijau.

Sebab, secara prosedural Kemenkes tidak pernah mengirimkan link update SatuSehat Mobile secara personal melalui WhatsApp.

Dijelaskan bahwa update SatuSehat Mobile diproses secara otomatis atau manual melalui Play Store atau App Store. Sementara untuk nomor WhatsApp Kemenkes adalah 0811 10 500 567 dengan centang hijau.

Aplikasi SatuSehat Mobile sempat mengalami eror karena adanya peningkatan akses atau traffic aplikasi secara bersamaan. Saat ini kendala tersebut berangsur normal dengan dikeluarkannya versi terbaru (5.2.1).

Aplikasi SatuSehat Mobile merupakan pengembangan dari aplikasi PeduliLindungi yang diluncurkan oleh Kemenkes pada 1 Maret 2023.

Fitur pada SatuSehat Mobile mengalami pengembangan dengan tersedianya fitur baru bernama ‘Diari Kesehatan’ yang dapat mencatat sekaligus memonitor kondisi kesehatan diri dan orang-orang terdekat.

“Dengan adanya fitur diari kesehatan tersebut, SatuSehat Mobile dapat membantu dan memberikan informasi hingga memantau kesehatan sesuai dengan kondisi tubuh pengguna, dan hal tersebut dapat diakses di mana saja dan kapan saja,” kata Setiaji, Staf Ahli Teknologi Kesehatan & Chief Digital Transformation Office Kemenkes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here