Home Olahraga PSTI Kecewa dengan Vonis Bebas Tersangka Tragedi Kanjuruhan

PSTI Kecewa dengan Vonis Bebas Tersangka Tragedi Kanjuruhan

24
0

Paguyuban Suporter Timnas Indonesia – PSTI kecewa dengan vonis bebas terhadap beberapa tersangka Tragedi Kanjuruhan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Surabaya hari ini, Jumat 17 Maret 2023. Putusan tersebut tidak menunjukan keadilan bagi para korban yang berjumlah 135 korban jiwa. Demikian hal itu disampaikan Ketua Umum PSTI Ignatius Indro dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Kabari.co.id Jumat (17/3/2023).

“Hal ini menunjukan ketidakberpihakkan pengadilan negeri Surabaya kepada korban sehingga mengabaikan rasa kemanusiaan. Mulai dari jumlah tersangka yang hanya berjumlah 6 orang tersangka hingga vonis ringan yang dijatuhkan. Ini menyakitkan dan mengecewakan,” tegas Indro.

Dengan keputusan ini, Indro meskipun pesimis, tetap berharap adanya investigasi lanjutan dan penyelidikan terhadap penanggung jawab yang lebih tinggi terhadap tragedi Kanjuruhan.

“Walau kecil kemungkinan, tapi dengan keputusan pengadilan negeri Surabaya yang menyakitkan hati keluarga korban ini semoga membuka kembali investigasi lanjutan agar lebih membuka tabir yang lebih besar lagi. Dengan menambah jumlah tersangka dan benar-benar orang-orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa ini yang akan dijadikan tersangka,” tambah Indro.

“Bagaimana vonis bisa seperti ini bisa diputuskan, dengan kesalahan yang sudah jelas. Terkait gas air mata bisa ditembakkan ini, apakah ini tidak tercatat pemakaiannya? Atau statuta FIFA terkait tidak boleh dibawa ke stadion ini tidak tersampaikan kepada pihak kepolisian? Ini miss komunikasi yang dilakukan oleh PSSI, jadi seharusnya PSSI yang bertanggung jawab,” tegas Indro.

Indro berharap Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjadikan PSSI sebagai ujung tombak penuntasan Tragedi Kanjuruhan dengan meminta diadakannya kembali investigasi terhadap tragedi Kanjuruhan dan membersihkan juga orang-orang di dalam tubuh PSSI yang bertanggung jawab atas kasus ini.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PSTI, Abe Tanditasik menilai Tragedi Kanjuruhan juga harus dijadikan momentum bagi pihak Kepolisian untuk bersih-bersih dan meningkatkan kualitas kepolisian.

“Ini saatnya Kapolri Jenderal Lystio Sigit untuk membersihkan kepolisian dari para pelaku dan penanggung jawab Tragedi Kanjuruhan dengan mengadakan investigasi lebih lanjut kepada orang-orang pengambil keputusan. Jika ini dilakukan maka kembali akan mengangkat kepercayaan publik kepada institusi Polri,” tegas Abe.

Berikut hukuman yang diberikan kepada para terdakwa:

  1.  FC Abdul Haris – Ketua Pelaksana Arema FC: 1,5 tahun penjara
  2. Suko Sutrisno – Security Officer Arema FC: 1 tahun penjara
  3. AKP Hasdarmawan – eks Danki 3 Brimob Polda Jatim: 1,5 tahun
  4. AKP Bambang Sidik Achmadi – Mantan Kasat Samapta Polres Malang: bebas
  5. Kompol Wahyu Setyo Pranoto – Kabag Ops Polres Malang: bebas
  6. Akhmad Hadian Lukita – Mantan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru: bebas

Keluarga korban pun merasakan kekecewaan yang mendalam, mengingat hukuman yang diterima para terdakwa dinilai terlalu ringan.(wied)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here