Home Daerah Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi di Bali

Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi di Bali

88
0

Ogoh-ogoh adalah patung besar yang dibuat dari bahan seperti bambu, kain, dan kayu yang merupakan bagian dari tradisi tahunan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali, Indonesia. Ogoh-ogoh melambangkan roh jahat yang dipercayai berkeliaran pada malam sebelum Nyepi.

Selama prosesi Ogoh-ogoh, patung-patung ini diarak keliling kota oleh para pemuda dan kemudian dibakar pada malam hari sebagai simbol pengusiran roh-roh jahat. Ogoh-ogoh juga merupakan seni rupa yang dihargai di Bali, karena proses pembuatan dan penyajiannya membutuhkan keterampilan dan kreativitas yang tinggi.

Menurut situs Pemerintah Kabupaten Buleleng, ogoh-ogoh berasal dari Bahasa Bali, yakni ogah-ogah. Maknanya, sesuatu yang digoyangkan. Ogoh-ogoh sesungguhnya merupakan suatu gambaran akan bhuta kala yang diwujudkan ke dalam suatu bentuk.

Dalam ajaran Hindu, Bhuta Kala menggambarkan kekuatan (bhu) alam semesta dan waktu (kala) yang tidak terukur. Bhuta kala sendiri identik dengan kekuatan negatif yang memiliki sifat mengganggu kehidupan manusia dan sesamanya. Itulah mengapa bhuta kala diwujudkan dalam bentuk patung berukuran besar dan menakutkan. Umumnya diwujudkan raksasa. Namun, bisa juga diwujudkan dalam bentuk naga, gajah atau bidadari. Dalam perkembangannya, ogoh-ogoh dapat dibentuk menyerupai publik figur, seperti pemimpin dunia, artis, bahkan pejabat.

Ogoh-ogoh biasanya diadakan pada malam hari sebelum hari raya Nyepi di Bali. Pada malam itu, sengaja dibuat kegaduhan, dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat di sekitar tempat tinggal manusia. Setelah itu, patung-patung raksasa akan diarak melalui jalanan di sekitar tempat tinggal warga.

Patung-patung yang jumlahnya tidak hanya satu itu, diangkat oleh para pemuda yang menggunakan kaos seragam. Setelah diarak, maka boneka atau patung raksasa itu harus dibakar, sebagai simbol pembasmian roh jahat.

Pawai ogoh-ogoh jelang perayaan Nyepi ini sangat dinanti oleh masyarakat Bali. Ini menjadi ajang kreativitas bagi warga masyarakat, terutama kaum muda dalam wadah seeka teruna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here