Home Opini Menakar Pertarungan Capres Potensial Ganjar-Prabowo dan Cawapres Potensial Erick-Khofifah

Menakar Pertarungan Capres Potensial Ganjar-Prabowo dan Cawapres Potensial Erick-Khofifah

37
0

Sangat menarik melihat perkembangan eskalasi politik yang serba dinamis dari para kandidat yang dinilai potensial untuk berlaga pada pesta demokrasi rakyat Pilpres 2024.

Beberapa nama potensial sudah tertangkap radar dan kerap muncul dalam beberapa survei yang dilakukan lembaga survey.

Peta kekuatan mulai tampak terlihat di permukaan dan mulai mendapat elektabilitas dari setiap pergerakan kandidat yang memiliki panggung dengan versinya masing-masing.

Seperti halnya beberapa agenda kegiatan dari setiap personalnya, baik yang bersifat melekat pada jabatan maupun personal setiap individunya.

Capres potensial yang digadang-gadang seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belakangan ini mengalami kenaikan elektabilitas yang cukup signifikan.

Selain diperkenalkan ke publik melalui endorse Presiden Joko Widodo pada saat kunjungan kerja dan momen kesempatan agenda acara dari beberapa partai politik.

Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah memiliki keuntungan dengan popularitas dan panggung politik yang dimilikinya menjadi modal kuat sehingga elektabilitasnya semakin naik.

Sebagai kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar memiliki pesona yang tertanam kuat diingatan masyarakat.

Kebijakan dan regulasi Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah sampai saat ini masih mendapat tempat dihati masyarakat.

Ganjar juga memiliki tingkat kepuasan publik dalam hal pelayanan, baik administratif maupun infrastruktur berupa fisik pembangunan wilayah.

Sementara Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dinilai prestasinya sangat gemilang dan menjadi salah satu menteri yang diandalkan oleh Presiden Joko Widodo.

Kemampuan Prabowo dalam mengelola sistem pertahanan dan mengendalikan alat utama sistem pertahanan (alutsista) tidak diragukan lagi.

Latar belakangnya sebagai militer tulen jelas menjadi modal kuat yang layak dibanggakan, sekaligus yang membesarkan nama dan karirnya.

Prabowo Subianto selain memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat (strong leadership), juga memiliki kemampuan komunikasi yang bagus dalam melakukan lobi internasional.

Diplomasi Prabowo dalam melakukan kerjasama bilateral patut diacungi jempol dan mendapat apresiasi sehingga disegani negara-negara lain.

Figur Cawapres Potensial

Begitupun dengan Erick Thohir dan Khofifah Indar Parawansa yang dinilai potensial menjadi cawapres yang bisa diterima oleh berbagai kalangan dan sedang hangat mendapat respon dari KIB.

Dari nama-nama yang beredar tersebut. Erick Thohir sebagai sosok profesional dengan berbagai macam prestasi yang ditorehkannya baik dalam skala lokal maupun level internasional.

Rekam jejak Erick Thohir sebagai pengusaha dan Menteri BUMN yang berhasil membawa nama baik Indonesia melalui akselerasi dan transformasi ditubuh perusahaan pelat merah sehingga bisa bersaing dengan perusahaan global lainnya.

Sosoknya dari kalangan profesional mampu menjadi jembatan penghubung komunikasi bagi koalisi parpol pengusungnya.

Erick Thohir dianggap independen dan memiliki integritas yang tinggi. Kompetensi mantan Presiden klub bola Inter Milan ini juga tidak perlu diragukan lagi.

Kepiawaian Erick Thohir dalam mengorkestrasi SDM di beberapa perusahaan BUMN dan melakukan terobosan bersih-bersih serta melakukan transformasi digital sangat tepat untuk membawa kultur budaya etos kerja dan adaptasi dengan era digitalisasi.

Kepemimpinan manajemen Erick Thohir juga dirasa pantas untuk membawa Indonesia bersaing dengan negara maju lainnya.

Sementara rekam jejak Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jawa Timur tentu sangat berpengaruh dalam hitungan konstelasi politik nasional.

Sosok Khofifah merupakan representasi kaum perempuan dalam dunia politik nasional yang penuh dinamika. Khofifah juga bisa dianggap mewakili ormas NU yang memiliki basis massa yang besar.

Kalkulasi dan analisa strategi menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan dalam memutuskan siapa calon yang layak memiliki nilai jual serta memiliki potensi keterpilihan dan bisa diterima publik.

Selanjutnya, kita tunggu saja siapa arsitektur yang meracik strategi untuk memenangkan hati rakyat dalam menentukan pemimpin masa depan RI.

Irwan, jurnalis kabari.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here