Home Nasional Kepala BP2MI: Aparat Negara Jangan Jadi Kacung dan Antek Sindikat!

Kepala BP2MI: Aparat Negara Jangan Jadi Kacung dan Antek Sindikat!

31
0

Saat melepas keberangkatan 257 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyentil aparat negara yang menjadi antek-antek sindikat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang secara tegas mengingatkan agar aparat negara jangan jadi kacung dan antek-antek sindikat.

Benny mengatakan praktek merugikan PMI adalah penjahat negara. Korban penempatan ilegal yang kebanyakan dilakukan sindikat mengorbankan para ibu-ibu di negara ini.

“Kalau kita sadar dan membiarkan penempatan ilegal dilakukan, maka kita juga tergolong aparat negara yang bermental kacung. BP2MI selalu mengambil posisi perang terhadap para bandit sindikat,” tegas Benny di Jakarta, (27/3/2023).

“Kalian yang diberangkatkan secara resmi, harus berusaha melakukan testimoni. Bahwa perlakuan negara untuk kalian yang berangkat resmi sangat terasa,” sambungnya.

“Kita harus melakukan propaganda melawan sindikat mafia penempatan tidak resmi ke negara penempatan,” tutur Benny.

“Kami tahu, media perekrutan PMI secara ilegal dilakukan sindikat yaitu melalui media sosial,” ungkapnya.

“Sekarang jalannya telah kita rintis. Yang dilakukan BP2MI dengan melibatkan instansi Polri dan TNI, serta Kementerian Lembaga lain, membuat para penghianat negara ini tidak bisa bebas berpesta pora seperti dahulu,” jelasnya.

Tak hanya itu, bentuk penghormatan negara benar-benar ditunjukkan pemerintah. Benny mengaku BP2Mi yang dipimpinnya terus melakukan monitoring pada PMI.

“Saya sering menerima telpon, menelpon, dan melakukan video call dengan PMI. Baik yang terkendala (ilegal), maupun PMI resmi. Inilah kepedulian saya pada PMI,” kata Benny.

“Karena bagi saya negara ini masih berhutang besar pada PMI. Wajib kita bayar itu. Ingat negara memberangkatkan kalian secara resmi, maka saya dari hati nurani yang paling dalam tidak mau membiarkan kalian dieksploitasi sindikat,” ujar Benny.

Benny juga membeberkan, upaya negara untuk meringankan beban PMI terus dilakukan. Banyak ikhtiar telah ditempuh.

Pada sisi lain Benny mengungkapkan, jika anggarannya terpenuhi (sehat), sesuai yang diajukan atau yang dibutuhkan BP2MI, semua beban biaya untuk PMI akan ditangani BP2MI.

“Saya juga mengajak PMI bantu menjadi corong, dan duta-duta informasi yang mencerahkan publik. Melalui skema G to G yang kami lakukan, telah membawa hasil bahwa kita pastikan kemajuan pelayanan konsisten dilakukan,” ucapnya.

“Inginnya semua beban PMI kita ambil alih, tapi belum maksimal. Minimal, ikhtiar mengangkat derajat PMI telah dilakukan BP2MI. Beban biaya PMI kita kurangi berlahan. Sekarang banyak tahapan menuju ke luar negeri kita gratiskan,” jelas Benny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here