Home Daerah Investasi TPST Kesiman Kertalangu Denpasar Mencapai Rp200 Miliar Lebih

Investasi TPST Kesiman Kertalangu Denpasar Mencapai Rp200 Miliar Lebih

67
0

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar, Bali, yang diresmikan Presiden Jokowi, (13/3/2023), merupakan hasil kolaborasi tiga pihak.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan besarnya investasi pada TPST tersebut.

Menko Luhut menjelaskan bahwa saat ini sampah menjadi isu krusial yang dihadapi oleh Indonesia yang harus diselesaikan secara tuntas dan cepat.

Mengatasi masalah sampah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang hanya mengandalkan TPA sebagai solusi.

“Sampah harus dikelola secara terintegrasi dari hulu-hilir dan penggunaan teknologi maju, tidak business as usual,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan TPA Suwung di kawasan Tahura Ngurah Rai, Denpasar yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sudah melebihi kapasitas dan harus ditutup karena sudah tidak layak.

Terdapat 3 TPST yang dibangun di Denpasar, yaitu TPST Kesiman Kertalangu, TPST Tahura, dan TPST Padang Sambian Kaja dengan kapasitas total mencapai 1.020 ton per hari.

Ketiganya merupakan fasilitas pengolahan sampah skala kota yang pertama di Indonesia. Kehadiran 3 TPST ini diharapkan dapat menyelesaikan persoalan lingkungan.

Selain itu sekaligus bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari produk-produk hasil pengolahan sampah, salah satunya berupa refuse derived fuel (RDF).

Luhut menjelaskan pembangunkan TPST ini melibatkan kerja sama Pemerintah Pusat, Pemerintah kota Denpasar, dan pihak swasta.

“Model investasi pembangunan TPST ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR yang membangun hanggar, Pemerintah Kota Denpasar yang menyiapkan lahan,” kata Luhut.

“Serta pihak swasta (PT Bali CMPP) menyiapkan mesin dan peralatan dengan konsesi pengelolaan sampai dengan 20 tahun,” tambah Luhut.

Nilai investasi bangunan untuk ketiga TPST meliputi pembangunan hanggar senilai Rp128.633 miliar dan penyediaan mesin dan peralatan senilai Rp100 miliar.

Sebagai jasa layanan, Pemerintah Kota Denpasar berkewajiban membayar tipping fee sebesar Rp100.000 per ton sampah yang diolah.

“Khusus untuk TPST Kesiman Kertalangu, saat ini sudah mulai uji coba pengolahan sampah sebanyak sebesar 170-200 ton per hari dari kapasitas maksimum 450 ton per hari,” kata Luhut.

“Ketiga TPST diharapkan sudah dapat beroperasi secara penuh pada bulan Juni 2023,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here