Home Nasional Garap Proyek EBT, Pertamina Butuh Investasi Rp24,2 Triliun

Garap Proyek EBT, Pertamina Butuh Investasi Rp24,2 Triliun

25
0

Proyek Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dinilai memiliki potensi yang cerah. Hal tersebut karena Indonesia memiliki sumber daya melimpah.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi panas bumi di Tanah Air mencapai 23,7 GW.

Dengan kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) sebesar 2.276 MW, pemanfaatan panas bumi di Indonesia juga menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat (AS).

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) sebagai perusahaan yang dipercaya untuk menangani proyek EBT ini menyatakan siap menyambut pengembangan proyek ini.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno, juga merasa optimistis unit usaha PT Pertamina ini bisa besar di industri panas bumi.

“Saya kira prospek bisnis yang dimiliki PGE cukup baik meskipun high risk dan high capital, tapi prospek bisnis EBT ke depan tinggi dan minat investor tinggi. Jadi prospeknya cerah ke depan,” katanya.

Eddy Soeparno juga melihat bahwa proyek PLTP yang digarap PGE memang butuh modal besar.

Total investasi yang disiapkan perusahaan sebesar USD1,6 miliar dalam lima tahun ke depan atau hingga 2027.

Nilai itu, menurut Eddy, setara dengan Rp24,2 triliun (dengan menggunakan kurs Rp15.133 per dolar AS).

Karena itu, lanjut Eddy, keputusan perusahaan melantai di bursa saham alias Initial Public Offering (IPO) belum lama ini jadi keputusan yang tepat.

Sebab emiten berkode PGEO ini meraup dana besar sekitar Rp9 triliun pada Februari 2023.

“Dengan IPO ini, sebagian besar untuk modal awal proyek, bisa dilaksanakan. Tinggal bagaimana PGE dan mitra bisa menjalankannya, baik (mitra) nasional atau swasta asing,” jelasnya.

“Melihat tingginya minat EBT, saya kira PGE enggak akan kesulitan dapat partner, sehingga bank akan tertarik membiayai proyek PGE ke depannya,” ujar Eddy Soeparno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here