Home Nasional Rampingkan Bandara Internasional RI, Erick Thohir: Nantinya, Hanya 15 Saja

Rampingkan Bandara Internasional RI, Erick Thohir: Nantinya, Hanya 15 Saja

39
0

Saat ini, ada 32 bandara berstatus bandara internasional di Indonesia. Yang dikelola TNI, Ditjen Hubungan Udara/ Pemda, dan PT Angkasa Pura I dan II mengutip situs resmi Kementerian Perhubungan.

Menurut Erick, bandara di daerah yang tidak mencakup 15 bandara tersebut dapat melakukan penerbangan namun hanya melayani angkutan jemaah haji dan umroh saja.

“Jadi tak ada alasan pemerintah tidak mendorong kesempatan daerah,” imbuhnya.

Erick menegaskan, tujuan pemerintah merampingkan jumlah bandara internasional adalah untuk mendorong pariwisata Indonesia. Dalam hal ini menurunkan perjalanan wisata orang Indonesia ke luar negeri.

Pemerintah berencana memangkas jumlah bandara internasional. Nantinya, hanya 15 bandara yang melayani penerbangan internasional.

Wacana itu disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Hotel Fairmont, Jakarta pada Rabu (1/2/2023). Itu merupakan hasil rapat Erick dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Perhubungan Budi Karya sehari sebelumnya, Selasa (31/1).

“Kemarin kita rapat mengenai industri pariwisata. Pak Presiden memimpin langsung di situ, kita Pak Menhub bukan saya lagi kebetulan kita operate airport. Di situ ada kesepakatan silahkan Pak Menhub kita akan membuka international airport itu 14-15 saja. Tetapi bagaimana airport yang ada di daerah-daerah yang nggak masuk di 15 ini,” ujar Erick.

Pemangkasan ini dilakukan untuk meningkatkan pariwisata, terutama mendorong masyarakat berlibur di dalam negeri saja. Intinya konektivitas penerbangan harus diperbaiki.

“Tapi yang kita tidak mau kan membuka airport (bandara) sebesar-besarnya lebih banyak orang Indonesia yang ke luar negeri daripada yang di dalam negeri. Padahal, kalau kita lihat pariwisata itu 70% lokal 30% asing. Kenapa pak Sandi (Menparekraf Sandiaga Uno) juga sekarang mendorong percepatan pariwisata bisa mulai recover,” dia menambahkan.

Melalui BUMN, akan didorong 140 pesawat ada Pelita, Citilink, Garuda untuk menggenjot pariwisata dalam negeri. Erick mengatakan tidak ingin mengulang kesalahan dari Garuda yang sebelumnya lebih mengutamakan penerbangan internasional.

“Toh kesalahan garuda dl lebih memikirkan internasional gaya-gayan sewa pesawat mahal, recoverynya 120% masih ada yg duduk di pesawat baru bisa break event. Ini tak boleh terjadi lagi. Artinya kita fokus ke domestik Citilink, Pelita, Garuda tetapi yang internasional ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pernah mengatakan terlalu banyak bandara internasional yang ada di Indonesia.

“Nah ini kalau kita lihat arahan Presiden, sudah jelas saya lihat, airline hub yang kita miliki itu terlalu banyak, tadi saya singgung itu. Itu ada sekitar 30 landasan internasional, kenapa mesti 30,” kata Luhut dalam webinar Kemenhub, Jumat (14/8/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here