Home Nasional Presiden Jokowi: Hilirisasi Industri Menjadikan Indonesia Negara Maju

Presiden Jokowi: Hilirisasi Industri Menjadikan Indonesia Negara Maju

28
0

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan pentingnya hilirisasi industri sebagai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan di Muktamar XVIII PP Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Kalimantan Timur, (22/2/2023).

Menurut Presiden, sebuah negara dapat dikatakan sebagai negara maju jika negara-negara lain telah memiliki ketergantungan terhadap suatu produk yang dihasilkan oleh negara maju tersebut.

“Taiwan dan Korea Selatan, kenapa mereka bisa melompat menjadi negara maju? Karena memiliki produk yang sangat dibutuhkan oleh negara lain,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang dan kesempatan untuk menjadi negara maju.

Baca Juga: Pabrik Mobil Cina Geely Perkuat Valuasi Merek Zeekr

Salah satunya melalui ekosistem industri kendaraan listrik dimana semua komponen yang dibutuhkan oleh kendaraan listrik ada di Indonesia.

“Karena nikel kita memiliki, tembaga kita memiliki, timah kita memiliki, bauksit kita memiliki, semua komponen yang dibutuhkan mobil listrik itu ada semuanya di Indonesia,” ungkap Presiden.

Selain itu, Indonesia juga perlu mengintegrasikan semua komponen kendaraan listrik yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Mulai dari nikel yang ada di Pulau Sulawesi, tembaga yang ada di Sumbawa dan Papua, timah yang ada di Bangka Belitung, hingga bauksit yang ada di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau.

“Semuanya bisa diintegrasikan menjadi barang yang namanya EV baterai dan ekosistem yang lebih besar lagi menjadi mobil listrik yang ke depan itu semua negara akan membutuhkan,” tutur Kepala Negara.

Baca Juga: Debut Mobil Esemka di IIMS 2023

Presiden menyebut bahwa melalui hilirisasi industri tersebut, Indonesia akan mendapatkan nilai tambah yang berlipat ganda. Oleh sebab itu, Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus segera meninggalkan ekspor bahan mentah.

“Jangan sampai kita sudah berpuluh-puluh tahun bahkan beratus tahun sejak VOC yang kita ekspor itu selalu bahan mentah, selalu raw material sehingga nilai tambahnya kita tidak punya,” ucap Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here