Home Mancanegara Jerman Didesak Volkswagen dan Mercedes Perbanyak Stasiun Pengisian Daya EV

Jerman Didesak Volkswagen dan Mercedes Perbanyak Stasiun Pengisian Daya EV

32
0

Transformasi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan berbasis listrik sudah menjadi trend yang tak dapat dihindarkan.

Utamanya negara-negara maju di dunia bahkan menyentuh raja produsen mobil raksasa sebut saja Jerman.

Seiring dengan perkembangan teknologi mobil berbasis listrik menggunakan Electricity Vehicle (EV) sebagai pengganti bahan bakarnya maka dibutuhkan sarana dan fasilitas yang menunjang demi keberlangsungan masa depan kendaraan listrik tersebut agar sustainable.

Membuat ekosistem agar dapat dipastikan bisa menunjang kebutuhan kendaraan listrik perihal utamanya pembangunan infrastruktur dengan memperbanyak stasiun pengisian daya agar tidak menjadi kendala dikemudian hari.

Baca Juga: Menteri BUMN Beri Pengarahan Kepada Dua Ribuan CPMI

Seperti halnya yang dilakukan produsen mobil Jerman Mercedes-Benz dan Volkswagen mendesak pemerintah Jerman untuk berbuat lebih banyak meningkatkan jumlah stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik di seluruh penjuru negeri.

“Untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik, kami perlu memastikan infrastruktur stasiun pengisian sedang dibangun,” kata CEO Mercedes-Benz Ola Kallenius seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/2).

CEO VW Oliver Blume pun setuju, bahwa diperlukan kecepatan yang lebih cepat dan bahwa stasiun pengisian daya adalah tugas bersama untuk ekonomi, pemerintah federal, dan masyarakat.

Pemerintah Jerman pada Oktober tahun lalu menyetujui rencana untuk membelanjakan 6,3 miliar euro (US$6,74 miliar) untuk secara cepat memperluas jumlah stasiun pengisian daya di seluruh negeri.

Hal itu sebagai bagian dari upaya untuk mencapai emisi net-zero. Rencana tersebut termasuk mempercepat persetujuan negara untuk membangun stasiun pengisian.

Asosiasi industri yang telah lama mengeluh bahwa pemerintah tidak mengikuti perkembangan pesat kendaraan listrik mengatakan implementasi proposal adalah kuncinya.

“Pada akhir dekade ini, kami berharap dapat sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik di segmen pasar kami ketika kondisi pasar memungkinkan.”

“Ini bukan kesimpulan sebelumnya, tetapi transformasi industri besar-besaran diperlukan,” kata perwakilan Asosiasi Industri Kendaraan Listrik.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Terus Kejar Obligor BLBI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here