Home Mancanegara Ini Penyebab Banyaknya Korban Jiwa Gempa Turki

Ini Penyebab Banyaknya Korban Jiwa Gempa Turki

33
0

Diperkirakan lebih dari 15 ribu orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengalami luka akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah pada senin, (6/2/2023).

Berdasarkan catatan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa yang terjadi pukul 04.00 pagi tersebut berpusat 23 km timur Nurdagi, di provinsi Gaziantep Turki, pada kedalaman 24,1 km dan memiliki kekuatan 7,8 SR.

Ironinya, gempa susulan juga tidak kalah besarnya. Menurut USGS, tercatat gempa susulan berkekuatan 6,7 terjadi 11 menit setelah gempa pertama melanda.

Kemudian, terjadi lagi gempa 7,5 SR yang melanda sekitar sembilan jam kemudian pada pukul 13:24 waktu setempat.

Masih menurut USGS, gempa hari Senin tersebut merupakan salah satu yang terkuat yang pernah dialami Turki sejak gempa berkekuatan 7,8 melanda timur negara itu pada tahun 1939 yang mengakibatkan lebih dari 30.000 orang tewas.

Banyaknya korban yang timbul, selain karena kekuatan gempa dan pusat gempa yang dangkal, salah satunya dikarenakan peristiwa gempa terjadi pada pagi hari di mana masih banyak masyarakat yang terlelap di tempat tidur.

Selain itu, banyaknya rumah atau gedung yang runtuh lantaran disebabkan konstruksi bangunan yang sudah tua sehingga tidak mampu menahan guncangan yang kuat.

Insinyur struktur USGS Kishor Jaiswal mengatakan kepada CNN bahwa Turki telah mengalami gempa bumi yang signifikan di masa lalu, termasuk gempa pada tahun 1999 yang melanda Turki barat daya dan menewaskan lebih dari 14.000 orang.

Dari pengalaman tersebut, Turki kemudian memiliki standar peraturan konstruksi bangunan untuk memastikan proyek konstruksi dapat bertahan dari peristiwa gempa.

“Tetapi tidak semua bangunan dibangun sesuai dengan standar seismik Turki modern,” kata Jaiswal. Kekurangan dalam desain dan konstruksi, terutama pada bangunan tua, menyebabkan banyak bangunan tidak dapat menahan kerasnya guncangan.

Saat ini tim penyelamat Turki sedang berjibaku dengan waktu untuk menyelamatkan orang yang terjebak di reruntuhan. Salah satu tantangan berat lainnya yaitu kondisi cuaca yang sangat dingin.

Suhu diperkirakan mencapai -4 derajat Celcius di Gaziantep, Turki dan -2 derajat di Aleppo, Suriah. Pada hari Kamis, (9/2/2023) perkiraan turun lebih jauh ke -6 derajat dan -4 derajat.

Ditambah dengan kondisi hujan dan salju yang terus berlanjut. Hal tersebut bisa menyebabkan korban yang terperangkap di reruntuhan berisiko mengalami hipotermia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here