Home Nasional Geram, Presiden Jokowi Hidupkan Kembali Pabrik Pupuk di Aceh yang Mangkrak Sejak...

Geram, Presiden Jokowi Hidupkan Kembali Pabrik Pupuk di Aceh yang Mangkrak Sejak 2005

36
0

Krisis pangan mengancam dunia akibat rantai pasok pupuk terganggu karena perang di Ukraina serta perubahan iklim. Tak terkecuali Indonesia yang juga mengalami gangguan pemenuhan pupuk.

Presiden Joko Widodo mengambil langkah cepat memutuskan untuk menghidupkan kembali perusahaan milik BUMN yang mangkrak sejak tahun 2005.

Pengoperasian pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda di Kawasan Ekonomi Khusus Arun di Aceh, menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

“Saya mendorong agar kapasitas produksi pabrik pupuk ini bisa dimaksimalkan,” kata Jokowi

Presiden Jokowi geram dengan berhenti beroperasinya dua pabrik pupuk yang mangkrak sudah berpuluh-puluh tahun di Aceh. Kedua pabrik pupuk tersebut adalah Aceh Asean Fertilizer (AAF) dan juga Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Menurut Jokowi, biang keladi hal ini terjadi adalah karena terbatasnya pasokan gas. Ia menyebut permasalahan ini sudah terjadi sejak 2005.

“AAF sama PIM berhenti, problemnya apa? Ini sudah sejak 2005 Pak, problemnya gas. Apakah kita kalau nggak cukup gas kita dari dalam negeri, apakah nggak bisa kita impor, biar pabriknya jalan?” kata Jokowi dalam peresmian pabrik NPK PT Pupuk Iskandar Muda, disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, (10/2/2023).

Oleh karena itu, Jokowi menyebut telah menugaskan Menteri BUMN Erick Thohir menangani hal ini. Namun, saat ini yang baru berjalan baru PIM saja.

“Saya nggak tahu berpuluh tahun, bertahun-tahun kita diamkan saja. Aset sebesar ini. Itulah yang saya tugaskan kepada Menteri Erick Thohir untuk bisa jalankan dua-duanya.”

“Tapi ini baru dijalankan PIM-nya saja. AAF-nya banyak masalah yang dilihat dan dihitung. Jalan dulu, satu nggak apa-apa,” jelasnya.

Jokowi juga bicara peluang ekspor yang bisa dikembangkan. Meskipun harga gas sekarang masih mahal, namun saat harga gas nanti turun ia berharap masalah ini bisa diselesaikan.

“Dan saya minta betul-betul komitmen Kementerian BUMN, komitmen Pupuk Indonesia, komitmen manajemen PIM betul-betul cari solusi jalan keluar untuk urusan gas karena kuncinya ada di situ,” jelasnya.

Menurut Jokowi, pupuk bisa mempengaruhi harga pangan. Harga pangan dunia disebut naik drastis, salah satunya disebabkan karena terbatasnya pasokan pupuk.

“Tetapi ingat Bapak Ibu sekalian, hampir di semua negara sekarang ini naik sangat drastis sekali. Problemnya adalah karena perubahan iklim. Yang kedua adalah masalah pupuk karena perang di Ukraina,” tuturnya.

Perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak Februari 2022 belum juga usai. Kedua negara diketahui merupakan produsen pupuk besar bagi dunia.

“Produsen pupuk, Rusia dan Ukraina itu sangat gede sekali, dan itu mengguncang sisi pertanian hampir semua negara. Produktivitas jadi turun, akhirnya outputnya berkurang. Harga menjadi naik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pemenuhan pupuk di Indonesia juga menjadi terganggu sehingga Presiden mendorong agar masalah tersebut segera diatasi, antara lain dengan pengoperasionalan pabrik pupuk di Aceh.

“Setiap saya masuk ke sawah ketemu petani selalu yang disampaikan adalah, ‘Pak, pupuk enggak ada. Pak pupuk harga tinggi.’ Kalau enggak ada, kalau suplainya turun artinya harga (pupuk) pasti naik otomatis, apalagi yang bersubsidi. Inilah problem besar kita yang harus kita atasi,” kata Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden juga menyampaikan harapannya agar KEK Arun dapat menjadi kawasan industri hijau dan dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya.

Hal tersebut, menurut Presiden, juga akan berpengaruh pada produk domestik regional bruto (PDRB) Aceh.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya menyebut bahwa pengoperasian pabrik pupuk khusus NPK ini merupakan komitmen dalam penyediaan pupuk yang strategis dalam ketahanan pangan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Keberadaan pabrik ini diharapkan tak hanya memenuhi sebagian kebutuhan pupuk nasional untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tapi juga menjaga stabilitas harga pangan nasional,” ujar Erick.

Turut hadir dalam peresmian tersebut yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki, dan Pj. Bupati Aceh Utara Azwardi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here