Home Mancanegara Demonstrasi Besar-besaran, Puluhan Ribu Guru Portugal Turun ke Jalan Protes Biaya Hidup

Demonstrasi Besar-besaran, Puluhan Ribu Guru Portugal Turun ke Jalan Protes Biaya Hidup

51
0

Demonstrasi besar-besaran puluhan ribu massa yang berprofesi sebagai guru di Portugal longmarch memenuhi kota Lisbon.

Jalan-jalan di ibukota Portugal, Lisbon dipenuhi dengan ribuan guru dan staf pendidikan yang tengah menggelar protes untuk menuntut kenaikan gaji serta penempatan kerja yang lebih baik.

Aksi protes pada Sabtu (14/1) itu diinisiasi oleh Persatuan Seluruh Profesional Pendidikan (STOP). Mereka juga mendesak agar Menteri Pendidikan Joao Costa mundur dari jabatannya

Ini salah satu unjuk rasa terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Sosialis menghadapi gelombang ketidakpuasan atas kenaikan biaya hidup.

“(Kami) sudah lama diperlakukan dengan buruk,” kata guru bahasa Portugis Maria Coelho, 55, sambil memegang spanduk bertuliskan “Hormat” pada protes yang diselenggarakan oleh serikat FENPROF. “Kami di sini hari ini dan kami akan berada di sini untuk lebih banyak lagi yang akan datang,” tambahnya, seperti dikutip dari Reuters.

Lebih lanjut, peserta aksi unjuk rasa mengatakan akan mendatangkan gelombang massa yang lebih besar hingga ratusan ribu guru lainnya yang belum sempat bergabung dan sedang dalam perjalanan menuju ibukota Lisbon.

“Kami di sini hari ini dan akan semakin banyak yang datang ke sini,” tambahnya.

Serikat mengatakan, diperkirakan lebih dari 100 ribu orang berpartisipasi dalam unjuk rasa. Polisi tidak mengungkapkan perkiraan jumlah demonstran. Ini ketiga kalinya dalam satu bulan guru dan pegawai sekolah menggelar unjuk rasa besar-besaran di Portugal.

Gaji guru paling rendah sekitar 1.100 euro atau sekitar Rp 16.205.000 per bulan. Tapi guru dengan gaji yang lebih tinggi tidak lebih di atas 2.000 euro. Mereka juga ingin pemerintah mempercepat kemajuan karier.

“Setiap hari dalam hidup saya, saya merasa dirampok,” kata guru anak berkebutuhan khusus, Albertina Baltazar.

“(Kami ingin) profesi kami dihargai,” tambahnya.

Menteri Pendidikan Joao Costa mengatakan, negosiasi dengan serikat guru masih berjalan. Mereka berharap dapat segera mencapai kesepakatan.

Satu tahun setelah perdana menteri dari sayap sosialis Antonio Costa memenangkan pemilihan parlemen, popularitasnya kian merosot. Terlebih lagi demonstrasi tidak hanya dilakukan guru tetapi juga banyak profesi lain.

Portugal salah satu negara Barat yang paling miskin, data pemerintah menunjukkan tahun lalu lebih dari 50 persen tenaga kerja menghasilkan kurang dari 1.000 euro per bulan. Upah minimum di negara itu sekitar 760 euro per bulan.

Sejak Kamis (9/2/2023) lalu serikat buruh terbesar di Portugal, CGTP menggelar sejumlah unjuk rasa dan mogok kerja di seluruh negeri.  Mereka memprotes kenaikan harga dan mendesak pemerintah menaikan upah pekerja.

Perawat juga menggelar mogok kerja karena kurangnya kemajuan dalam karier. Bulan depan dokter berencana menggelar walk out selama dua hari.

Pada 25 Februari gerakan Fair Life mendorong rakyat menggelar unjuk rasa di Lisbon untuk memprotes krisis biaya hidup. Inflasi di Portugal mendekati titik tertingginya dalam tiga dekade terakhir.

Pada 2022 harga rumah di Portugal naik 18,7 persen, kenaikan tertinggi dalam tiga dekade. Uang sewa juga naik dengan signifikan. “Bila kami gigih dan bila kami tidak meninggalkan perjuangan saya yakin pemerintah akan benar-benar mendengar kami,” kata guru sekolah dasar, Carlos Faria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here