Home Gaya Hidup Bedah Buku Antologi Musik Indonesia Kolaborasi Aksan Sjuman dan Pelukis Raul Renanda

Bedah Buku Antologi Musik Indonesia Kolaborasi Aksan Sjuman dan Pelukis Raul Renanda

73
0

Seniman Sri Aksana Syuman yang lahir pada tanggal 22 September 1970 adalah musikus dan penata musik untuk film asal Indonesia.

Ia juga adalah putra dari sutradara legendaris Indonesia, Sjuman Djaja, dari perkawinannya dengan Farida Oetoyo.

Aksan adalah musikus dan penata musik untuk film asal Indonesia, Ia menekuni bidang musik dan menamatkan studinya di kampus ternama di Jerman.

Bersama beberapa teman sekolahnya dari lintas negara membentuk grup musik bernama “Chicken Takes Time” pada tahun 1992.

Baca juga: Meski Tak Lagi Muda, Red Hot Chilli Peppers Masih Tetap Energik

Fokus dari grup musik ini adalah ke beberapa festival-festival tertentu. Namun Wong Aksan setelah menamatkan kuliahnya kembali ke Indonesia.

Selain dikenal dengan musisi beraliran contemporary jazz, tak hanya jago main musik, Aksan Sjuman ternyata juga piawai membuat piano.

Aksan pernah berkolaborasi dengan  arsitek Raul Renanda meluncurkan piano seri SR1928-The Awakening.

SR1928-The Awakening adalah Concert Grand Acoustic Piano kelas dunia yang dibuat secara handmade dengan manufaktur Saniharto Eggalhardjo.

Musisi Aksan Sjuman dan seniman Raul Renanda dijadwalkan akan berkolaborasi dalam program offair mengupas beda buku antologi musik Indonesia.

Bedah buku ini bagian dari proyek seni lintas disiplin bertajuk “Powerful Indonesia” yang digelar The Apurva Kempinski Bali.

Antologi musik Indonesia adalah buku berisi sejarah musik Indonesia yang dibagi dalam dua seri dan kini disimpan di Jakarta.

Baca Juga: Kejutkan Fans Linkin Park Rilis Lagu Bertajuk ‘Lost’, Mengenang Chester Bennington

Pertama, membicarakan musik klasik Indonesia. Kedua, mengupas musik pop Indonesia modern. Bedah buku akan dihelat di Bali, Maret 2023.

Dalam konferensi pers virtual yang digelar baru-baru ini, Marketing and Communications Director The Apurva Kempinski Bali.

Danti Yuliandari, menjelaskan, program ini bermaksud mencari tahu siapa saja musisi yang berdampak besar dalam membangun industri seni Tanah Air.

“Tak hanya itu, Mei nanti kami bahas lebih dalam piano SR1928. Piano ini dibuat khusus Aksan Sjuman, Raul Renanda dan Saniharto Crarftmanship.

Hanya ada dua di dunia. Ini grand piano konser yang ditujukan untuk konser-konser internasional,” kata Danti Yuliandari.

“Ini akan kami bahas lebih jauh mengenai makna grand piano concert dan pembuatannya. Ini akan kami tautkan dengan salah satu program antologi musik Indonesia.

Selain itu, di bulan Juli, kami akan turut serta di post event dari Ubud Village Jazz Festival by the sea,” urainya.

Sederet agenda seni lintas disiplin yang disiapkan untuk mewarnai tahun 2023 ini diharapkan membuat para tamu maupun masyarakat makin mengenal keragaman seni budaya Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here