Home Nasional Kerja Keras BP2MI Menjaga Martabat Pekerja Migran Indonesia

Kerja Keras BP2MI Menjaga Martabat Pekerja Migran Indonesia

49
0

Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan pahlawan devisa yang layak untuk diberikan perlindungan dan perlakuan khusus agar tetap prima memberikan sumbangsihnya bagi negara dan juga negara tempat PMI bekerja.

Oleh karena itu penempatan dan perlindungan PMI harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan berbagai stake holder yang menjalin kerja sama dengan BP2MI sebagai institusi resmi yang mengurus soal PMI.

Benny Rhamdani Kepala BP2MI mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden Jokowi agar negara hadir dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk menjaga PMI.

Namun, Benny juga menyampaikan BP2MI tidak bisa bekerja sendiri. “BP2MI sadar dengan segala keterbatasannya. Sehingga kerjasama BP2MI dengan Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir banyak memberikan bantuan atas kerja-kerja BP2MI yang dipersembahkan untuk para PMI,” ungkap Benny.

Benny yang juga Ketua Umum Barikade 98 menceritakan, dulu untuk berangkat bekerja ke luar negeri, PMI harus menjual harta keluarganya atau meminjam ke rentenir.

Kemudian, Menteri BUMN Erick Thohir memerintahkan bank pemerintah untuk membantu PMI dalam modal bekerja melalui Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank Negara Indonesia (BNI). Bahkan Menko Airlangga juga membantu melalui KUR PMI.

Benny Rhamdani, Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran di Indonesia (BP2MI)

BUMN juga telah banyak membantu PMI, seperti dengan dibangunnya lounge khusus dan fast track untuk PMI di bandara Soekarno Hatta.

“Saat ini lounge untuk PMI baru tersedia di bandara Soekarno Hatta. Dan lounge itu akan ditambah lagi di tahun ini, yaitu bandara di Semarang, Mataram, Surabaya, Denpasar, dan Medan,” terang Benny.

Benny juga menyampaikan, pada tahun lalu BP2MI telah membangun Command Center sebagai big single data PMI serta membangun Migran Klinik di kantor BP2MI pusat.

Benny juga bermimpi dapat membangun Migran Klinik di seluruh kantor BP3MI, yang dapat memberikan fasilitas kepada PMI dan keluarganya secara gratis.

Dalam memberikan pelayanan kepada PMI yang sakit yang tiba di tanah air, selama ini BP2MI menyewa ambulans setiap bulan. Dibantu oleh BUMN, saat ini BP2MI telah memiliki empat ambulans untuk BP3MI. Dan pada tahun 2023, seluruh BP3MI akan mempunyai ambulans untuk memberikan layanan kepada PMI dan keluarganya.

“Upaya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi PMI lainnya adalah saat ini kami sedang membahas dengan KementerianPUPR, bagaimana ada perumahan subsidi murah untuk para PMI. Ini merupakan mimpi saya untuk PMI,” ucap Benny.

Terakhir, Benny bercerita, seringkali mendapat keluhan dari PMI saat kepulangan ke tanah air, barang-barang mereka disita oleh Bea Cukai dengan jumlah yang cukup banyak.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Benny bertemu dengan Bea Cukai dan saat ini sedang dirumuskan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pembebasan Bea Masuk Barang milik para PMI dengan nilai tertentu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here