Home Nasional Indonesia Berperan Penting dalam Kolaborasi Bank Dunia dan WHO

Indonesia Berperan Penting dalam Kolaborasi Bank Dunia dan WHO

40
0

Dewan Pengelola Dana Perantara Keuangan Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons Pandemi (PPR-FIF) menggelar rapat perdana secara virtual pada tanggal 8-9 September 2022.

PPR-FIF merupakan capaian konkrit G20 di bawah Presidensi Indonesia untuk inisiatif penguatan arsitektur kesehatan global

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati bersama dengan Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass dan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan sambutan sekaligus membuka peluncuran Dana Perantara Keuangan-FIF (Financial Intermediary Fund), (11/9/2022).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penguatan arsitektur kesehatan global adalah isu prioritas utama dalam Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022. Oleh karena itu, lanjut Sri, pertemuan ini merupakan tonggak penting dalam menghasilkan tindakan nyata.

“Terima kasih atas kerja keras dari Satuan Tugas Kementerian Keuangan dan Kesehatan, khususnya juga untuk kolaborasi Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mengembangkan dan merancang PPR FIF,”, kata Sri Mulyani.

Dalam pertemuan ini, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom, juga menyampaikan terima kasih kepada para anggota G20 dan pemangku kepentingan lainnya atas komitmennya untuk memperkuat FIF bagi PPR pandemi.

“Covid-19 mengajarkan kita untuk menerapkan langkah-langkah dalam rangka membuat dunia lebih aman. Negara-negara anggota WHO telah menegaskan bahwa regulasi kesehatan internasional harus tetap menjadi fondasi arsitektur kesehatan global”, kata Adhanom.

Salah satu proposal utama FIF adalah untuk menyediakan dana bagi PPR. Selain itu, peran penting FIF juga untuk menutup kesenjangan dalam situasi yang kritikal secara global, regional, dan nasional, guna memperkuat kapasitas penerapan peraturan kesehatan internasional.

Pertemuan pertama Dewan Pengelola FIF tersebut dihadiri oleh para donor dan mitra, yang terdiri dari perwakilan Uni Eropa, Amerika Serikat, Italia, Indonesia, Tiongkok, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Uni Emirat Arab, Spanyol, Australia, Singapura, Norwegia dan Selandia Baru.

Serta donor non-negara seperti Yayasan Bill dan Melinda Gates, Yayasan Rockefeller, Wellcome Trust, Amref Health Africa, Global Health Council, selain Bank Dunia dan WHO.

Para peserta pertemuan juga telah memilih dua Ketua (co-chairs) Dewan Pengelola FIF dan mengucapkan selamat kepada Muhamad Chatib Basri dari Indonesia dan Daniel Ngajime, Menteri Kesehatan Rwanda yang terpilih sebagai co-chair.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here